peristiwa

Fidel Castro Rupanya Keturunan Kebumen Jawa Tengah

Jumat, 5 Juli 2024 | 13:57 WIB
Fidel Castro (Sejarah Umum)

Pada masa pendudukan Belanda di Jawa ada pasangan suami istri yang bernama SASTRO dan PAINAH dibawa oleh Tuan Tanah pemilik perekebunan di Suriname . Sastro dan Painah berasal dari daerah Petanahan , Kebumen , Jawa Tengah . Di Suriname Sastro dipekerjakan diperkebunan Tebu. Pasangan suami istri ini memiliki anak 2 yang bernama : PAIDAL dan ROMLAN. Sastro adalah kuli perkebunan yang sangat rajin dan kerja penuh tanggung jawab. Hal ini disebabkan oleh Falsafah Kejawen Satro sebagai orang jawa. " SOPO TEMEMEN MESTI BAKAL TEKAN " . 

Sastro mendidik anaknya yang bernama Paidal dan Romlan dengan cara adat istiadat Jawa . Ilmu kejawen dengan segala ritual yang terdapat di kitab Mojarobat Sejati Tanah Jawi menjadi pegangan hidup sehari-hari.

Pada awal abad ke 20 Tuan Tanah yang memiliki Perkebunan di Suriname yang bernama Don Imanuelle Soprano , ingin membuka Perkebunan baru di Kuba. Sastro sekelaurga diajak pindah ke Kuba , sebuah Negara yang juga menjadi Koloni Belanda. Di Kuba inilah Kehidupan Sastro mulai tertata dengan baik. Sastro yang dulunya hanya buruh kasar diperkebunan diangkat menjadi Mandor Perkebunan. Nama Sastro menjadi terkenal dengan Panggilan MBAH SASTRO Dan anak Mbah sastro yang bernama PAIDAL dan ROMLAN disekolahkan oleh Tuannya Don Imanuelle Soprano. Karena Don Imanuelle Soprano melihat kecerdasan PAIDAL dan ROMLAN.

Karena susah mengucap nama PAIDAL dan ROMLAN maka Don Imanuelle memanggil PAIDAL dengan panggilan FIDEL dan ROMLAN dipanggil ROUL. Maka lama -lama mereke berdua terkenal dengan panggilan FIDEL anake SATRO dan ROUL anake SATRO. Lidah Kuba juga susah memanggil SATRO akhirnya menjadi CASTRO. Dan lama-lama terkenal dengan panggilan FIDEL CASTRO dan ROUL CASTRO,

FIDEL CASTRO dan ROUL CASTRO,setelah Dewasa aktif di Politik.

Pada Tanggal 26 Juli 1953 sempat mengalami kegagalan dalam gerakan pertamanya. Pada tanggal 26 Juli 1953, hari Rebo Pon FIDEL CASTRO dan ROUL CASTRO dan kelompoknya memberontak yang beranggotakan 119 orang menyerang Barak Moncada di Santiago de Cuba. Namun serbuan ini Gagal. Banyak di antara mereka yang terbunuh dalam serbuan itu, sementara yang tetap hidup, seperti Fidel Castro dan saudaranya Raul Castro ditangkap segera setelahnya. Dalam pengadilan yang sarat muatan politik, mereka dijatuhi hukuman penjara. Sebetulnya hal ini karena ketidak taatan Fidel Castro akan wewaler Jawa.

Baca Juga: Maharani Tribuana Tungga Dewi

Kegagalan ini disebabkan pada Tgl 26 Juli kebetulan jatuh hari Rebo Pon, dimana itu adalah hari geblagnya/meninggalnya Eyangnya Castro. Dan hari hari seperti itu dalam hitungan Jawa, dilarang melakukan aktifitas. Disinyalir Fidel Castro terpengaruh bujukan temannya, sehingga mengabaikan wewaler tersebut.

Tetapi, pada pergerakan berikutnya, pada 1 Januari 1959, sesuai hitungan Jawa, pas hari Senin Wage, keberuntungan menaungi Fidel Castro. Dengan Pusaka Keris Kyai Kalamunyeng Fidel Castro memberontak kembali dan Berhasil . Dan pada gilirannya Kuba berubah.

Dan keberuntungan Castro semakin meningkat karena kemampuan dia mengamalkan Mujarobat Sejati Tanah Jawi warisan Mbah Sastro. Hal ini tidak aneh, sehingga menjadikan dia satu satunya pemimpin yang tidak mampu di turunkan oleh beberapa generasi presiden US sejak Kennedy sampai Obama. Dia berhasil lolos dari 638 kali percobaan pembunuhan dan puluhan kudeta.

Itulah sedikit PELURUSAN SEJARAH yang ditutupi tentang identitas PAIDAL SATRO / FIDEL CASTRO yang asli peranakan Petanahan Kebumen Jawa Tengah.

Tags

Terkini

Kapolda Bangka Belitung Serius Berantas Geng Motor

Rabu, 15 Januari 2025 | 12:28 WIB