- Asam Paya
Makanan khas selanjutnya ada asam paya (kelumbi) buah masam yang mirip dengan salak. Asam paya berwarna kuning gading dan terdapat sisik pada kulitnya. Buah ini banyak ditemukan di pedalaman hutan Kabupaten PALI.
Rasa asam pada buah ini terbilang cukup tinggi sehingga membuat lidah kelu. Oleh karena itu, masyarakat PALI memanfaatkan menjadi manisan ataupun asinan.
- Kerupuk Mangalo (ubi atau singkong)
Makanan kerupuk sangat terkenal di Sumatera Selatan, bahan utamanya adalah tepung tapioka atau sagu yang dicampur dengan ikan lalu dibentuk keriting dan dijemur hingga kering. Berbeda di PALI, kerupuk bernama mangglo tidak terbuat dari tepung sagu melainkan ubi kayu (singkong).
Proses pengolahan kerupuk mangalo melalui proses yang panjang. Ubi kayu sebagai bahan utamanya harus dikupas dan parut. Hasil parutan tersebut diendapkan selama beberapa hari supaya menghilangkan rasa asam.
Kemudian endapan ubi kayu yang sudah berkurang kadar airnya dicampur dengan tepung terigu dan sagu. Setelah itu adonan dibentuk menjadi Kerupuk mentah, setelah itu dikukus hingga matang.
Proses terakhir penjemuran di bawah terik matahari dengan durasi waktu satu atau dua hari. Setelah itu kerupuk siap digoreng hingga mengembang.
- Pede (pekasam) atau permentasi ikan
Hidangan pede berasal dari olahan ikan yang diracik dengan bumbu khas bercita rasa asam. Hidangan ini menggunakan jenis ikan air tawar. Proses pembuatannya melewati fermentasi atau pengawetan alami dengan bantuan mikroorganisme. Sehingga muncul rasa asam yang menjadi ciri khas makanan ini. Untuk menyeimbangi rasa asam, masyarakat PALI menambahkan berbagai bumbu rempah ketika dimasak atau ditumis.
- Dodol Biji Karet
Tanaman karet yang melimpah di PALI membuat masyarakat berinovasi memanfaatkan bijinya sebagai makanan. Terciptalah dodol biji karet yang menjadi makanan khas kecamatan Talang Ubi, PALI. Proses pembuatannya melalui perebusan biji karet yang kemudian direndam selama kurang lebih tiga hari supaya racun yang ada di dalamnya hilang. Usai itu, biji karet dimasak hingga menjadi dodol.
Baca Juga: Desa Betung Abab Sudah Terpecah Belah, Apa penyebabnya ?
- Dodol Kelumbi