manado

Dokter PPDS Anestesi Unsrat Meninggal Dunia, Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Kos setelah Absen Jadwal Jaga

Senin, 6 Juli 2026 | 20:29 WIB
Foto ilustrasi: Dokter PPDS Unsrat meninggal dunia diduga karena bunuh diri. (Freepik/freepik)

Rekomkita - Kabar duka datang dari dunia kesehatan. Dokter Adrian Rantung, peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Manado, Sulawesi Utara, dikabarkan meninggal dunia.

Kabar tersebut ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial setelah sejumlah rekan sejawat mengunggah ucapan belasungkawa. Almarhum diketahui sedang menjalani pendidikan di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado.

Meninggalnya dokter Adrian menjadi sorotan publik karena beredar dugaan di media sosial yang mengaitkan peristiwa tersebut dengan perundungan selama menjalani pendidikan.

Baca Juga: KPK Temukan 55 Keping Platina dalam Mobil Bupati Langkat, Benarkah Bernilai Rp40 Miliar

Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang yang membenarkan dugaan tersebut.

Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Kos

Berdasarkan unggahan yang beredar di media sosial, dokter Adrian disebut tidak hadir saat jadwal jaga pada Minggu, 5 Juli 2026.

Baca Juga: Begal Sadis di Arcamanik Bandung, Anak Pengurus LBI Dirawat Intensif di RS Hasan Sadikin

Dalam salah satu unggahan yang dibagikan akun Threads @radietyaalvarabie, disebutkan bahwa rekan-rekannya kemudian mendatangi tempat kos almarhum setelah tidak dapat dihubungi.

Unggahan tersebut menyebut dokter Adrian kemudian ditemukan telah meninggal dunia di kamar kosnya. Informasi serupa juga beredar melalui tangkapan layar percakapan yang viral di media sosial.

Namun demikian, informasi tersebut masih bersumber dari unggahan media sosial dan belum dikonfirmasi secara resmi oleh kepolisian maupun pihak rumah sakit.

Baca Juga: Tangis Ibu Korban Dugaan Penganiayaan oleh Oknum Polisi di Tegal Pecah, Ungkap Firasat Buruk Sejak Awal

Beredar Dugaan Status WhatsApp Terakhir

Di media sosial juga beredar tangkapan layar yang diklaim sebagai status WhatsApp terakhir milik dokter Adrian. Unggahan tersebut memperlihatkan sebuah kutipan berbahasa Inggris dengan latar gambar seseorang di dalam air.

Keaslian tangkapan layar tersebut maupun keterkaitannya dengan peristiwa meninggalnya dokter Adrian hingga kini belum dapat dipastikan.

Kemenkes Sampaikan Belasungkawa, Muncul Desakan Pengusutan

Baca Juga: Kepala Bakom RI Paparkan Progres Kopdes Merah Putih, Soroti Tahapan hingga Potensi Hemat Rp33 Triliun

Kementerian Kesehatan melalui akun Instagram resminya turut menyampaikan ucapan belasungkawa atas meninggalnya dokter Adrian.

Halaman:

Tags

Terkini