Tangis Ibu Korban Dugaan Penganiayaan oleh Oknum Polisi di Tegal Pecah, Ungkap Firasat Buruk Sejak Awal

Photo Author
Dreiter Rooy, Rekomkita
- Minggu, 5 Juli 2026 | 21:59 WIB
Menyoroti penuturan pilu seorang ibu usai putrinya dilaporkan menjadi korban penganiayaan anggota polisi di Tegal, Jawa Tengah. (Instagram.com/@hotmanparisofficial)
Menyoroti penuturan pilu seorang ibu usai putrinya dilaporkan menjadi korban penganiayaan anggota polisi di Tegal, Jawa Tengah. (Instagram.com/@hotmanparisofficial)

Rekomkita - Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang perempuan berinisial MAN (30), warga Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, yang melibatkan seorang anggota Polres Tegal Kota, terus menjadi perhatian publik.

Kasus tersebut mencuat setelah MAN, didampingi kuasa hukumnya, melaporkan dugaan tindak kekerasan yang dialaminya ke Bareskrim Polri di Jakarta pada Jumat, 3 Juli 2026.

Dalam keterangannya kepada awak media, MAN mengaku mengalami berbagai bentuk dugaan kekerasan selama sekitar dua tahun menjalin hubungan dengan Aiptu N.

Baca Juga: Kepala Bakom RI Paparkan Progres Kopdes Merah Putih, Soroti Tahapan hingga Potensi Hemat Rp33 Triliun

Ia menyebut mengalami pemukulan, intimidasi, ancaman penyebaran video pribadi, hingga dugaan penyiraman air keras yang menurut pengakuannya terjadi pada September 2025.

"Kejadiannya yang aku alami, aku mengalami penyiksaan, terus sampai penyiraman air keras," ujar MAN.

Korban juga mengungkapkan bahwa anaknya yang kini berusia empat tahun diduga turut menyaksikan sebagian peristiwa tersebut.

Baca Juga: Polisi Buru Pelaku Pembuangan Bayi di Toilet KA Sancaka, CCTV dan Saksi Jadi Fokus Penyelidikan

Di tengah bergulirnya proses hukum, sang ibu, Sri Haryati, mengaku tak kuasa menahan tangis saat menceritakan kondisi psikologis putrinya yang disebut mengalami trauma berat.

Saat mendampingi putrinya ke kantor kuasa hukum perwakilan Hotman 911 di kawasan Pancuran, Kota Cirebon, Jumat (3/7/2026), Sri mengungkapkan bahwa MAN pernah menyampaikan keinginan yang membuat hatinya hancur.

"Mama punya suntikan buat MAN saja? Buat suntikan mati," tutur Sri menirukan ucapan putrinya.

Baca Juga: Pastikan Kesiapan Prajurit, Wapang TNI Bersama Menhan Tinjau Marshalling Area Yonif TP 937/Satria Kalijaga

Mendengar perkataan itu, Sri mengaku berusaha menguatkan anaknya agar tetap bertahan demi buah hatinya yang masih berusia empat tahun.

"Saya bilang, 'Kamu enggak kasihan sama anak kamu? Dia masih butuh sosok seorang ibu. Kalau enggak ada kamu, sama siapa? Mama sudah tua'," ujarnya.

Sri juga mengenang momen ketika pertama kali melihat kondisi fisik putrinya setelah diduga mengalami kekerasan. Ia mengaku hampir pingsan karena tidak sanggup melihat luka-luka yang dialami MAN.

Halaman:

Editor: Dreiter Rooy

Sumber: RK

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X