Sebutan 10 Negara-Negara ASEAN, Mulai Thailand dengan Gajah Putih Hingga Indonesia Zamrud Khatulistiwa Serta Alasannya!

Photo Author
Budi Parabola, Rekomkita
- Jumat, 12 April 2024 | 15:40 WIB
Sebutan 10 Negara-Negara ASEAN (Pixabay)
Sebutan 10 Negara-Negara ASEAN (Pixabay)
 
REKOMKITA- Negara-negara di kawasan Asia Tenggara membentuk Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN). 
 
ASEAN sendiri didirikan pada tahun 1967 dan awalnya terdiri dari 10 negara anggota.
 
Adapun 10 anggota ASEAN, yakni Brunei Darussalam, Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam.
 
Kemudian barulah Timor Leste yang resmi menjadi anggota ASEAN pada 11 November 2022 bertepatan dengan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-40 dan ke-41 di Phom Penh, Kamboja.
 
 
Nah, dari beberapa negara anggota ASEAN, memiliki sebutannya masing-masing. Berikut beberapa sebutan yang familiar sejumlah anggota ASEAN seperti dilansir dari INews.id.
 
- Thailand disebut Negeri Gajah Putih
 
Alasannya gajah putih adalah hewan nasional Thailand. Gajah Putih juga merupakan simbol kerajaan di Thailand. Selain itu, negara ini juga dijuluki The Land of Smiles atau Negara Penuh senyuman karena keramahan dan kesopanannya kepada pengunjung asing. Hampir di setiap sudut negara Thailand, bisa ditemui orang yang selalu tersenyum saat berinteraksi
 
- Malaysia sebagai Negeri Jiran
 
Sebutan tersebut memiliki arti negara tetangga yang berdekatan. Jarak Malaysia paling dekat dengan Indonesia jika dibandingkan dengan negara lainnya.
 
- Singapura sebagai Negeri Singa
 
Singapura berasal dari bahasa Sansekerta 'Singhapura' dengan arti negeri para singa. Nama ini diberikan oleh seorang pangeran asal Palembang.
 
- Filipina, Negara Lumbung Padi
 
Filipina dijuluki Negeri Lumbung Padi. Bahkan Filipina disebut Lumbung Padi di Asia Tenggara. Hal ini karena konsep pertanian khususnya padi yang ada di bukit. Konsep itu dilakukan oleh Suku Batad pada 2000 tahun yang lalu.
 
- Indonesia, Zamrud Khatulistiwa
 
Alasan Indonesia disebut Negara Zamrud Khatulistiwa karena Indonesia memiliki kekayaan berlimpah ibarat batu zamrud. Indonesia juga terletak di bawah garis ekuator atau khatulistiwa.
 
- Brunei sebagai Negara Petro Dollar
 
Brunei Darussalam terletak di pantai utara Pulau Kalimantan. Brunei merupakan salah satu negara terkecil, namun paling kaya di dunia. Kekayaan negara ini didapatkan dari ladang minyak serta gas alamnya. Maka tak mengherankan jika Brunei Darussalam dijuluki sebagai The Land of Unexpected Treasures atau Negara dengan Kekayaan yang Tidak Terduga. Karena kekayaannya pula, Brunei Darussalam juga dijuluki sebagai Negara Petro Dollar.
 
- Kamboja, Angkor Wat
 
Kamboja dijuluki negara Angkor Wat. Hal ini karena Angkor Wat menjadi salah satu tempat favorit wisatawan yang ingin melihat salah satu candi terbesar di dunia
 
- Laos, Tanah Terkunci
 
Hal ini karena Laos tidak memiliki lautan dan wilayahnya terkunci dengan 5 negara. 5 Negara itu yakni Myanmar, China, Vietnam, Kamboja, dan Thailand.
 
- Myanmar, Negeri Seribu Pagoda
 
Myanmar mendapat julukan sebagai The Land of the Golden Pagoda atau Tanah Pagoda Emas atau Negeri Seribu Pagoda. Pagoda menjadi salah satu ciri khas Myanmar dan menjadi bentuk penyebaran agama Buddha. Contohnya Shwedagon Pagoda. Myanmar juga dijuluki sebagai Tanah Emas. Karena emas sangat penting dan disakralkan bagi masyarakat Myanmar. Emas juga digunakan dalam pembuatan pagoda.
 
-Vietnam, Negeri Naga Biru
 
Hal ini karena Vietnam merupakan salah satu negara Asia Tenggara yang mengikuti jejak para naga Asia. Naga Asia yakni Hong Kong, Singapura, Korea Selatan, dan Taiwan.
 
Nah, itulah sebutan familiar bagi negara-negara di ASEAN. Sebagai tambahan, ASEAN sendiri telah mendirikan sebuah kawasan perdagangan bebas bernama ASEAN Free Trade Area (AFTA) melalui pengurangan tarif bertahap.
 
 
Perjanjian AFTA telah mulai diberlakukan pada 1 Januari 2003. Kawasan perdagangan bebas antara enam negara anggota ASEAN (ASEAN-6) yang menandatangani Deklarasi Singapura pada 1992 secara luas telah berlaku sejak 2010. Empat negara anggota yang bergabung setelahnya – Vietnam (1995), Laos dan Myanmar (1997), dan Kamboja (1995) – diberikan masa transisi hingga 2015 untuk mengimplementasikan perjanjian tersebut.
 
Dengan berlakunya AFTA secara hampir menyeluruh, perdagangan dalam ASEAN telah terbebas dari hambatan tarif. Namun demikian, penghapusan hambatan non-tarif telah berjalan dengan lebih lamban.
 
Sumber: Inews.id

Editor: Budi Parabola

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X