REKOMKITA - Beberapa roket telah ditembakkan dari Irak menuju pangkalan militer AS di timur laut Suriah.Serangan tersebut, yang dilancarkan dari kota Zummar pada Minggu malam, adalah yang pertama sejak awal Februari yang menargetkan pasukan AS, ketika kelompok-kelompok yang didukung Iran di Irak mengakhiri kampanye yang sering melakukan serangan terhadap koalisi internasional pimpinan AS.
Kembalinya permusuhan terjadi sehari setelah Perdana Menteri Irak Mohammed Shia al-Sudani kembali dari kunjungan ke Amerika Serikat di mana ia bertemu dengan Presiden Joe Biden.
Sebuah postingan di grup Telegram yang berafiliasi dengan Kataib Hizbullah mengatakan faksi-faksi bersenjata di Irak telah memutuskan untuk melanjutkan serangan setelah jeda hampir tiga bulan karena hanya melihat sedikit kemajuan dalam pembicaraan untuk mengakhiri koalisi militer pimpinan AS di negara tersebut.
Namun, pada hari Senin, Kataib Hizbullah mengatakan pihaknya tidak mengeluarkan pernyataan yang mengklaim akan kembali melakukan serangan terhadap pasukan AS. Mereka menyebut pengumuman sebelumnya sebagai “berita palsu”.
Baca Juga: Lebih dari 14 Warga Palestina Tewas Ketika Kekerasan Berkobar di Kamp Nur Shams Tepi Barat
Sebuah pernyataan dari pasukan keamanan Irak menuduh “elemen terlarang telah menargetkan basis koalisi internasional dengan roket di jantung wilayah Suriah”, sekitar pukul 21:50 (18:50 GMT).
Pasukan Irak melancarkan operasi pencarian besar-besaran di provinsi utara Nineveh dan menemukan kendaraan yang digunakan dalam serangan itu, tambah pernyataan itu.
'Serangan gagal'
Seorang pejabat AS, yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa lebih dari lima roket ditembakkan dari Irak ke arah pasukan di pangkalan koalisi di Rmeilan, Suriah, namun tidak ada personel AS yang terluka.
Dua sumber keamanan dan seorang perwira senior militer di Irak mengatakan sebuah truk kecil dengan peluncur roket terpasang di bagian belakang telah diparkir di Zummar, sebuah kota di perbatasan dengan Suriah.
Baca Juga: Negara Amerika Serikat Melarang PBB Mengakui Negara Palestina Melalui Keanggotaannya
Seorang perwira militer mengatakan truk itu dihancurkan dan disita untuk penyelidikan lebih lanjut.
“Kami sedang berkomunikasi dengan pasukan koalisi di Irak untuk berbagi informasi mengenai serangan ini,” tambah perwira itu.
Penargetan pasukan AS di wilayah tersebut semakin intensif setelah perang di Gaza dimulai pada 7 Oktober.
Pada bulan Januari, tiga anggota militer AS tewas dan sedikitnya 34 lainnya terluka dalam serangan pesawat tak berawak di timur laut Yordania dekat perbatasan Suriah.