REKOMKITA- Puluhan warga Palestina di Jalur Gaza Tewas akibat pengeboman di Kota Rafah, pada Minggu (27/03).
Hal itu menambah jumlah korban jiwa akibat pengeboman Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 lalu.
Dimana sejak pengeboman Israel di Jalur Gaza pada 7 Oktober lalu telah meningkat menjadi sekitar 34.500 orang dan 77.500 lainnya mengalami luka-luka.
Mayoritas korban korban jiwa pemboman Israel adalah anak-anak dan perempuan.
Berdasarkan laporan dari sumber medis, pemboman sebuah rumah di sebelah barat Kota Gaza membunuh lima penduduk sipil Palestina, termasuk anak-anak dan perempuan, serta puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Pesawat-pesawat tempur Israel juga mengebom rumah milik keluarga Hijazi di daerah Al-Sabra, selatan Kota Gaza, yang membunuh dua perempuan dan menyebabkan sejumlah orang hilang tertimbun reruntuhan.
Dengan dukungan Amerika dan Eropa, tentara Israel masih terus melanjutkan agresi terhadap Jalur Gaza dan juga melakukan serangan di berbagai kawasan di Tepi Barat.
Pesawat tempur Israel mengebom kawasan di sekitar rumah sakit, gedung, apartemen, dan rumah penduduk sipil Palestina.
Israel juga mencegah dan memblokade masuknya air, makanan, obat-obatan, dan bahan bakar ke Jalur Gaza. Israel terus menerus melakukan kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran terhadap hukum humaniter internasional.
Sumber: Suarapalestina