mancanegara

10 Ribu Jenazah Penduduk Palestina di Jalur Gaza Masih di Bawah Reruntuhan

Rabu, 1 Mei 2024 | 19:31 WIB
10 Ribu Jenazah Penduduk Palestina di Jalur Gaza Masih di Bawah Reruntuhan (Suarapalestina)
 
REKOMKITA- 10 Ribu jenazah penduduk Palestina di Jalur Gaza masih di bawah reruntuhan.
 
Lembaga Pertahanan Sipil Palestina memperingatkan bahwa ribuan jenazah yang terus menumpuk di bawah reruntuhan mulai menyebabkan penyebaran penyakit dan epidemi.
 
Lembaga pertahanan Sipil Palestina mulai khawatir terutama dengan mulai masuknya musim panas yang mempercepat proses pembusukan jenazah.
 
"Diperkirakan terdapat lebih dari 10.000 orang hilang dan masih berada di bawah reruntuhan ratusan bangunan yang dibombardir Israel di Jalur Gaza sejak awal agresi hingga saat ini. Tim khusus belum dapat menemukan jenazah mereka," demikian keterangan dari Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil Palestina di Gaza, pada Selasa (30/04/2024) seperti dikutip dari Suarapalestina.
 
Baca Juga: Puluhan Warga Palestina di Jalur Gaza Tewas akibat Pengeboman di Kota Rafah
 
“Orang-orang hilang ini tidak termasuk dalam data statistik para syuhada yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Palestina karena tidak bisa mencatat data jenazah mereka di rumah sakit, sehingga jumlah syuhada (sebenarnya) melebihi lebih dari 44 ribu,” kata Lembaga Pertahanan Sipil Palestina.
 
Petugas Pertahanan Sipil terus melaksanakan tugas kemanusiaan di tengah terus berlanjutnya agresi Israel di Jalur Gaza selama lebih dari dua ratus hari.
 
Tugas kemanusiaan itu terus dijalankan meskipun kekurangan dalam jumlah besar peralatan, kendaraan, dan alat berat yang diperlukan untuk mencari orang hilang di bawah reruntuhan rumah dan bangunan yang hancur akibat pemboman Israel.
 
Israel juga membom ambulans dan juga kendaraan operasional Lembaga Pertahanan Sipil yang semakin menyulitkan kinerja di lapangan.
 
Lembaga Pertahanan Sipil Palestina menyebutkan, bahwa akibat terbatasnya pergerakan, peralatan, dan bahaya agresi Israel di wilayah tertentu, ribuan penduduk Palestina yang terjebak di reruntuhan akhirnya meninggal dunia sejak awal agresi hingga saat ini.
 
Mereka banyak menerima permintaan dari warga dan tim sukarelawan pemuda, untuk mendukung upaya dan inisiatif individu dalam upaya pencarian jenazah para syuhada di sejumlah rumah dan bangunan tempat tinggal yang hancur beberapa bulan lalu.
 
Hal itu dilakukan untuk menghormati jenazah para syuhada dengan menguburkan mereka alih-alih meninggalkan jasad mereka di bawah reruntuhan.
 
“Kami tidak punya pilihan selain menanggapi inisiatif ini berdasarkan rasa tanggung jawab nasional dan kemanusiaan, dan untuk mendukung masyarakat kami,” kata Lembaga Pertahanan Sipil Palestina.
 
Sumber: Suarapalestina

Tags

Terkini