Malutshi ditembak beberapa kali lagi, dengan peluru kedua menembus kaki kanannya.
Berdarah karena luka-lukanya, Malutshi pingsan dan masyarakat menelepon layanan darurat.
Dia dibawa ke rumah sakit tetapi dipulangkan pada hari yang sama tanpa persetujuan medis, kata Khalil.
Meski senjatanya hilang, namun pecahan peluru kaliber 3 mm bersarang di pantat kanan korban.
Dan sisa-sisa tiga peluru yang ditembakkan ditemukan dari trotoar di tempat kejadian, kata pengadilan.