Heboh Surat Dinas Menteri PU ke New York, Kini Pembocornya Diinvestigasi, Warganet Pertanyakan Prioritas Kementerian

Photo Author
Dreiter Rooy, Rekomkita
- Kamis, 9 Juli 2026 | 19:14 WIB
Ramai kebocoran surat perjalanan dinas Menteri PU Dody Hanggodo yang turut mengajak anaknya.  (Instagram/dody_hanggodo -Threads/salsaer)
Ramai kebocoran surat perjalanan dinas Menteri PU Dody Hanggodo yang turut mengajak anaknya. (Instagram/dody_hanggodo -Threads/salsaer)

Rekomkita - Polemik kebocoran surat perjalanan dinas Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo terus menjadi perhatian publik.

Sorotan semakin menguat setelah Sekretaris Jenderal Kementerian PU, Apri Artoto, menyatakan pihaknya tengah mengusut sumber kebocoran dokumen tersebut.

Apri mengatakan investigasi dilakukan untuk mengetahui apakah dokumen itu bocor dari lingkungan internal atau pihak eksternal.

Baca Juga: Ahli Kunci Ungkap Isi dan Lokasi Brankas Rahasia di Rumah Sentul, Tersembunyi di Balik Lemari Kamar Lantai 2

"Ini yang sedang kami coba mencari sumbernya dari mana, apakah dari internal atau dari eksternal. Ini ya, kami masih mencari," kata Apri kepada awak media, Rabu (8/7/2026).

Pembocor Berpotensi Dijatuhi Sanksi

Apri menegaskan surat perjalanan dinas tersebut merupakan dokumen yang tidak semestinya beredar di ruang publik.

Karena itu, apabila terbukti dibocorkan oleh pihak internal, Kementerian PU akan membentuk tim untuk menentukan bentuk sanksi yang akan dijatuhkan.

Baca Juga: Supercar Terbelah Dua usai Tabrak Tiang Listrik, Pengemudinya Ternyata YouTuber Andra ST

"Tentu kalau memang itu dari internal, kita akan membentuk tim untuk penerapan sanksi dan itu kita harus menunggu juga apakah sanksi itu termasuk berat, ringan, atau sedang," ujarnya.

Pernyataan Sekjen Tuai Sorotan

Pernyataan tersebut memicu beragam reaksi di media sosial. Sejumlah warganet menilai perhatian seharusnya tidak hanya tertuju pada pembocor dokumen, tetapi juga pada substansi informasi yang terungkap.

Konten kreator Ferry Irwandi, melalui akun Threads @irwandiferry, turut mengkritik rencana pemberian sanksi terhadap pembocor surat tersebut.

Baca Juga: Denny Sumargo Minta Keterbukaan usai Keluarga Santri Korban Pembakaran Tak Jadi Terbang ke Jakarta karena Dicegat Polisi

"Whistleblower malah diburu dan mau dihukum. Pejabat ini lupa, ASN dibayar untuk melayani masyarakat, bukan mereka. Tapi lagaknya udah lebih dari CEO, berasa gaji PNS itu dia yang bayar, institusi itu perusahaan yang dia punya," tulis Ferry, dikutip Kamis (9/7/2026).

Ia juga menambahkan bahwa banyak aparatur sipil negara (ASN) tidak memiliki ruang yang cukup untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi di lingkungan kerja.

Reaksi serupa juga datang dari sejumlah akun media sosial lainnya. Salah satunya akun @arfzulfikar yang menyampaikan dukungan kepada pihak yang diduga membocorkan dokumen tersebut.

Halaman:

Editor: Dreiter Rooy

Sumber: RK

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

X