nasional

Presiden Prabowo Pimpin Akad Massal 62 Ribu Debitur FLPP, BRI Perkuat Dukungan Program 3 Juta Rumah

Senin, 3 Agustus 2026 | 18:17 WIB
Akad Masal 62.000 Unit KPR Rumah Bersubsidi dan KUR Perumahan sebesar Rp 880 Milliar (Foto Ist)

BATANG, Rekomkita.com – Presiden RI Prabowo Subianto memimpin Akad Massal Debitur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang diikuti sekitar 62 ribu debitur secara nasional di Perumahan Puri Delta City Side, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat Program 3 Juta Rumah sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak. Dalam pelaksanaannya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI turut mengambil peran strategis melalui penyaluran pembiayaan perumahan bagi masyarakat maupun pelaku usaha di sektor properti.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa keberhasilan penyediaan rumah bagi masyarakat membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah, perbankan, pengembang, dan dunia usaha.

Baca Juga: Viral Penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 Tunggu Evakuasi, Kapal Terbakar saat Berlayar di Perairan Sumenep

"Inilah yang kita maksud dengan Indonesia Incorporated: yang besar membantu yang kecil, dan yang kecil bekerja keras untuk menjadi produktif. Kita sadar bahwa apa yang sudah kita capai cukup membanggakan, tetapi kita juga sadar bahwa kebutuhannya masih sangat besar," ujar Presiden Prabowo.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, yang hadir langsung pada acara tersebut mengatakan BRI sebagai bagian dari Danantara terus memperkuat komitmennya mendukung Program 3 Juta Rumah melalui berbagai skema pembiayaan yang inklusif.

"Sebagai bank yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi kerakyatan, BRI akan terus memperkuat penyaluran pembiayaan perumahan melalui berbagai skema yang menjangkau masyarakat maupun pelaku usaha," kata Hery.

Baca Juga: Viral Kebakaran TPS Kramat Jati: Beko Patungan Warga Tak Bisa Jangkau Lokasi hingga Satu Petugas Damkar Jakarta Timur Meninggal Dunia

Menurutnya, dukungan BRI tidak hanya diberikan kepada masyarakat sebagai pembeli rumah melalui KPR, tetapi juga kepada para pengembang melalui Kredit Program Perumahan (KPP) serta Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan untuk memperkuat ekosistem perumahan dari sisi hulu hingga hilir.

Hery menjelaskan, sektor perumahan memiliki efek berganda (multiplier effect) yang besar terhadap perekonomian nasional karena mampu menggerakkan industri bahan bangunan, jasa konstruksi, transportasi hingga membuka lapangan pekerjaan.

"BRI akan terus memperluas akses pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan guna mendukung terciptanya ekosistem perumahan yang sehat, memperkuat pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tambahnya.

Baca Juga: Tawarkan Program Peningkatan Kapasitas Wartawan, Kang Andhy Maju di Bursa Calon Ketua PWI Jabar 2026

Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengungkapkan bahwa penyaluran rumah subsidi melalui skema FLPP pada 2025 menjadi yang tertinggi sejak program tersebut diluncurkan pada 2010.

Menurut Maruarar, sepanjang 15 tahun pelaksanaan program, capaian tertinggi baru berhasil diraih pada masa pemerintahan Presiden Prabowo. Jika pada 2023 penyaluran mencapai 228 ribu unit rumah, maka pada 2025 jumlahnya meningkat menjadi 278 ribu unit atau menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah pelaksanaan FLPP.

Halaman:

Tags

Terkini