"Terus ngeremkan, nah rem, pas perseneling mau saya masukin itu, enggak bisa masuk, enggak tahunya angin benar-benar habis! " imbuhnya.
Sadira mulai kelabakan namun masih sempat berusaha mencari jalur alternatif, namun nihil.
"Setelah saat itulah saya kelabakan untuk penyelamat, jalur alternatif tidak ada, " katanya.
Melihat di sebelah kiri lebih banyak kendataan, Sadira memilih buang ke kanan .
"Akhirnya saya inisiatif lah bagaimana kalau diterusin otomatis banyak mobil yang habis, Akhirnya saya buanglah ke kanan! " tukasnya.
Tak dinyana keputusannya banting kanan tetap membuat bus nya terguling dan memakan korban jiwa. ***