Viralnya ceramah pendeta Gilbert Luimondong yang membandingkan ibadah islam dan Kristen mendapatkan kecaman banyak pihak.
Apa yang disampakan Pendeta Gilbert dianggap menistakan agama islam .
Setelah ceramah Pendeta Gilbert viral, dan timbulkan kegaduhan, dia pun mendatangi Muhammad Jusuf Kalla atau JK mantan wakil Presiden ke-10 dan ke-12.
Jusuf Kalla yang juga menjabat sebagai kedua Dewan Mesjid Indonesia menjadi pilihan Pendeta Gilbert untuk dikunjungi, lalu apa alasannya?
" Pak JK adalah orang yang senior di bangsa ini dan sudah menduduki banyak jabatan," ungkapnya pada awak media.
Selanjutnya Pendeta Gilbert melihat JK sering mendamaikan beberapa situasi sulit yang pernah terjadi di Indonesia.
Selanjutnya bagi pendeta Gilbert sosok JK orang yang asyik dan siap melakukan apa saja untuk bangsa dan negara.
Dengan begitu menurut pendeta Gilbert, Jusuf Kalla tentu berpengalaman .
Selain itu tapi Jusuf Kalla juga seorang yang diakui sebagai quote and quote pemimpin Muslim.
Ceramah pendeta Gilbert yang membahas besaran zakat islam yang hanya dua setengah persen dibandingkan dengan persembahan umat Kristen yang besarnya 10 % viral sebelumnya.
Khawatir suasana makin memanas, pendeta Gilbert mengunjungi JK pada Senin (15/4/2024.***
Artikel Terkait
Kartu Merah Ivar Jenner Mendapat Sorotan dari Media Thailand, Timnas Indonesia U-23 vs Qatar U-23 di Piala Asia 2024
Tanaman Berbahaya Beracun di Indonesia Jangan Sampai Termakan dan Tersentuh
Pendeta Gilbert Viral, Inilah Isi Ceramahnya yang Membuat Gaduh!
Ogah Hiraukan Seruan Tahan Diri, Sesumbar Israel akan Balas Serangan Iran, Yakin?
Kejati Sumsel Tahan Mantan Ketum KONI Sumsel HZ, Begini Lengkapnya!
Amerika Tidak Ikut Campur jika Israel Melakukan Serangan Balasan ke Iran
Kemenangan Tipis Jepang U-23 atas China U-23 pada Hari Pembukaan Piala Asia U-23 2024
Pesawat Tempur, Tank Israel Menyerang Kembali di Gaza Utara dan Rafah
Viral seorang Penonton Siksa Kubur Overthinking Hingga Taubat, Joko Anwar! langsung Tanggapi
Pasca Lebaran, Pj Gubernur Sumsel Agus Fatoni Sidak Sejumlah OPD