Kisah Sopyah yang Rela Berpenampilan Seperti Laki-Laki Demi Bekerja Menjadi Kuli untuk Menghidupi Adiknya

Photo Author
Sudirga Mandala, Rekomkita
- Jumat, 24 Mei 2024 | 12:24 WIB
Sopyah yang rela berpenampilan seperti laki-laki untuk bekerja menjadi kuli demi menghidupi adiknya (Facebook Jateng Update)
Sopyah yang rela berpenampilan seperti laki-laki untuk bekerja menjadi kuli demi menghidupi adiknya (Facebook Jateng Update)

Kisah pilu dialami oleh perempuan bernama Sopyah Supriatin 22 Tahun asal Indramayu ini. Sebab, Sopyah harus rela mengubah penampilannya demi bekerja menjadi buruh bangunan.

Dirinya memotong pendek rambutnya dan berpenampilan ala laki-laki. Hal itu terpaksa Sopyah lakukan karena hidup serba terbatas bersama adiknya.

Diketahui, mereka tinggal di rumah yang dibangun di atas tanah pemerintah di Jalan Samsu Blok Bong, Kelurahan Lemah Mekar, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Baca Juga: Emak-emak di Makasar Ngamuk Menampar Anggota Polisi Karna Tak Terima Lapaknya Digusur, Seperti Ini Kejadiannya.!

Sopyah dan Samsul harus merelakan mimpi-mimpi untuk hidup lebih baik. Kakak beradik ini bahkan terpaksa putus sekolah.

Demi untuk makan sehari-hari, Sopyah pun harus bekerja keras termasuk menjadi buruh bangunan. Hal ini pula yang membuat penampilannya seperti laki-laki.

Sopyah menyebut apapun akan dilakukan asal bisa menghidupi adiknya. Dia dan Samsul sebenarnya masih memiliki ayah. Namun, keluarga mereka berada di garis kemiskinan.

Baca Juga: Seorang Pemuda Sukabumi Bersihkan Masjid dengan Sukarela yang Viral Viral di Sosmed

Sang ayah terpaksa merantau ke luar kota untuk mencari kerja menjadi buruh serabutan. Namun, hasilnya belum mampu mencukupi kebutuhan kakak beradik tersebut.

Sang ibu sudah meninggal dunia beberapa bulan lalu. “Tinggal berdua di sini sudah satu tahun,” ujar Sopyah.

Sopyah menceritakan, selama ditinggal orang tua, kadang ada tetangga yang berbaik hati memberikan makan. Namun, ia memilih ingin bekerja bahkan sejak putus sekolah beberapa tahun lalu lantaran enggan membebani siapa pun apalagi dengan kondisi yang dialaminya.

Baca Juga: Adit Anak 13 Tahun yang Rawat Ayah dan Ibunya Stroke Seorang Diri

“Kalau sekarang suka ikut-ikut kerja bangunan,” kata sopyah. Sopyahmengaku tidak masalah ikut kerja kasar meski dirinya adalah seorang perempuan. Apapun yang disuruh akan ia lakukan, seperti mengangkut semen, mengaduk semen, dan lainnya.

Jika bekerja, Sopyah bisa membawa upah hingga Rp 120 ribu sehari. Namun, pekerjaan tersebut tidak datang setiap hari. 

Halaman:

Editor: Sudirga Mandala

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kapolda Bangka Belitung Serius Berantas Geng Motor

Rabu, 15 Januari 2025 | 12:28 WIB

Terpopuler

X