REKOMKITA - eredarr di pemberitaan bawa ormas-ormas Keagamaan, seperti Ormas Keislaman, Ormas Katolik, Kristen, Hindu dan Budha akan mendapatkan jatah pengelolaan bisnis tambang.
Bahwa mereka Ormas-Ormas Agama itu dahulu tokoh-tokohnya yang berjuang untuk kemerdekaan Negara kita ini, maka wajib sebetulnya bagi negara untuk mensejahterakan mereka.
Teknik semacam itu, sebetulnya telah dilakukan Kerajaan Saudi sejak lama, Wahabi adalah paham Keagamaan Islam yang begitu dimanja dan dibikin kaya oleh negara melalui berbagai macam bantuan dan pemberian bisnis strategis.
Kenapa Saudi begitu ? karena memang pendirian Negara Saudi itu didukung penuh oleh Wahabi. Karena Wahabi kaya mereka mampu berkembang pesat dengan cara membuat kampus-kampus Gratisan, dan yang lebih penting Wahabi adalah faham keagamaan yang salah satu misinya menjaga tegaknya Negara Saudi.
Jika ormas Keagamaan Kita Kaya, maka Ormas-ormas Keagamaan serupa yang impor dan tentunya juga mengajarkan faham impor akan kalah dengan sendirinya oleh Ormas keagamaan lokal kita.
Kamu tau gak? Bahwa orang-orang Islam yang benci pada Negara kita dan Pancasila itu biasanya mereka yang belajar dari gerakan Islam atau Ormas Islam Impor, apakah HTI, ISIS dan lain sebagainya yang duitnya banyak karena dipelihara Inggris.
Baca Juga: Teuku Markam, Seorang Penyumbang Emas yang Berada Diatas Monas
Begitupun dengan orang-orang Kristen lokal kita, umumnya mereka yang bela mati-matian Israel dan Penjajah Barat ternyata latar belakang pendidikan agama Kristen Nya diperoleh dari Greja asing Amerika ataupun Eropa yang buka cabangnya di negara Kita.
Begitupun dengan Hindu dan Budha. Ada perbedaan watak orang Hindu dan Budha yang belajar dari ormas yang lahir di Indonesia dengan yang belajar dari Ormas yang lahir di India atau Asing lainnya.
Ini soal masa depan bung, sebab menjaga negara itu perlu kerjasama dengan Tokoh-Tokoh Keagamaan, dan agar mereka kerjanya baik tentu negara harus membuat mereka sejahtera.
Artikel Terkait
Kata Ketum PSSI Erick Thohir Usai Indonesia Ditekuk Irak di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Twitter Resmi Mengizinkan Pengguna Mengunggah Konten Maupun Grafis Bermuatan Pornografi
Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong Bela Jordi Amat atas Kartu Merah
Berlangsung Meriah, KPUD Lakukan Peluncuran dan Sosialisasi Akbar Pilkada Muara Enim, Serta Launching Maskot Pilkada
Portugis Adalah Bangsa Eropa Pertama yang Menjajah Nusantara dan Paling Dibenci Dibanding Dengan VOC
Kisah Cinta Baridin Yang Tak Terbalaskan Hingga Ajal Menjemputnya
Kiper FC Dallas Maarten Paes, Memberikan Dukungan Moral Kepada Ernando Ari Setelah Blunder
Pra Politik PALI 2024, Siapa Pasangan H Asri AG Versi Relawan?
Kalah dari Irak, Timnas Indonesia akan Evaluasi Permainan Tim
Teuku Markam, Seorang Penyumbang Emas yang Berada Diatas Monas