Dahulu di Cirebon telah hidup seorang bujang lapuk bernama Baridin, parasnya jelek, juga dekil, Baridin anak seorang janda tua yang miskin namanya Mbok Wangsih. Setelah kematian ayahnya, Baridin kemudian menggantikan posisinya sebagai tulang punggung, yaitu untuk mencari sesuap nasi untuk dirinya dan Ibunya.
Bukan soal tampang jelek maupun kemiskinan baridin yang menjadi gempar rakyat Cirebon dijamanya. Melainkan kisah cintahnya yang berakhir dengan kematian.
Dikiasahkan Baridin mencintai seorang gadis demplon anak semata wayang seorang duda kaya di Cirebon gadis itu bernama Suratminah. Gadis cantik dan kaya mana yang mau di peristri oleh bujang lapuk, misikin jelek lagi dekil?. Begitulah gambaran ke ogahan Suratminah untuk diperisitri oleh Baridin.
Setelah Baridin kesengsem pada Suratminah, Baridin memaksa ibunya untuk melamar gadis idamanya. Ibunya menolak karena baginya tidak mungkin seorang kaya raya menerima lamarannya, namun demikian Baridin terus mendesak supaya ibunya mau melamarkan gadis pujannya. Bahkan Baridin mengancam akan bunuh diri jika samapai ibunya tidak mau menuruti kehendaknya.
Berdasar paksaan dan takut kehilangan anak satu-satunya, kemudian Mbok Wangsih memberanikan diri untuk melamar Suratminah. Sesampainya dirumah Suratminah, Mbok Wangsih kemudian diperlakukan tidak manusiawi, dihina, dicerca, dipukul, diludahi dan bahkan diusir oleh Suratminah dan Ayahnya ketika selesai menyampaikan maksud kedatangannya.
Baca Juga: Portugis Adalah Bangsa Eropa Pertama yang Menjajah Nusantara dan Paling Dibenci Dibanding Dengan VOC
Mendengar berita mengenai perlakukan kasar Suratminah pada Ibunya, Baridin marah besar, sekaligus merasa bersalah pada ibunya. Hinaan itulah kemudian yang membuat Baridin kehilangan akal sehatnya, ia seperti gila padahal tidak gila. Sedang disisi lain ia tetap masih mencintai Suratminah.
Atas dorongan sakit hati dan rasa ingin meneklukan gadis pujaanya, Baridin kemudian mengambil jalan setan. Ia melakukan guna-guna, berpuasa 40 hari 40 malam tanpa makan, guna-guna tersebut diniatkan agar Suratminah tergila-gila padanya.
Guna-guna penakluk wanita di Cirebon disebut Kemat (Pelet) adapun kemat yang baridin amalkan adalah "Ajian Kemat Jaran Goyang". Setelah 40 hari 40 malam, benar saja Suratminah mendadak tergila-gila pada Baridin, bujang lapuk yang dulu pernah ia dan keluarganya hina.
Suratminah bahkan berteriak-teriak, menangis dan memohon kepada bapaknya agar supaya dinikahkan dengan Baridin. Suratminah gila. Sebagai seorang duda kaya yang hanya memiliki anak satu-satunya, Mang Dam ayah Suratminah tidak menginginkan hal-hal buruk terjadi pada anaknya, oleh karena itul Mang Dam kemudian menuruti kehendak anaknya.
Mang Dam kemudian mengajak Suratminah untuk menemui Baridin dengan niat mengawinkanya kemudian. Namun sayang nasi sudah menjadi bubur.
Maka ketika Mang Dam menemui Baridin, ternyata Baridin sudah menjadi mayat, kematian Baridin disebabkan rasa sakit hati yang mendalam ditambah rasa lapar yang menusuk karena selama 40 hari 40 malam ia tidak makan walau sesuap.
Sementara Suratminah setelah kematian Baridin menjadi orang gila yang dalam mulutnya hanya keluar kata-kata “Baridin, Baridin dan Baridin”. selanjutnya tidak beberapa lama kemudian Suratminah pun meninggal dunia.
Baca Juga: Imam Bonjol Adalah Pemersatu kaum Adat dan Padri Untuk Sama-sama Melawan Belanda
Artikel Terkait
Imam Bonjol Adalah Pemersatu kaum Adat dan Padri Untuk Sama-sama Melawan Belanda
Lisa Blackpink memilih hengkang dari YG Entertaiment
Mulai Mengerucut, Jika Skema Koalisi PDIP dan PKB Terjadi, H Asri Ag Amankan Tiket PALI 1
Aka Cholik Benarkan PKB Kabupaten PALI Rekomendasikan H Asri Ag Calon Bupati PALI 2024
Kapten Timnas Indonesia Asnawi Mangkualam Sebut Rumput SUGBK Buruk yang Jadi Kekalahan Terhadap Irak
Kata Ketum PSSI Erick Thohir Usai Indonesia Ditekuk Irak di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Twitter Resmi Mengizinkan Pengguna Mengunggah Konten Maupun Grafis Bermuatan Pornografi
Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong Bela Jordi Amat atas Kartu Merah
Berlangsung Meriah, KPUD Lakukan Peluncuran dan Sosialisasi Akbar Pilkada Muara Enim, Serta Launching Maskot Pilkada
Portugis Adalah Bangsa Eropa Pertama yang Menjajah Nusantara dan Paling Dibenci Dibanding Dengan VOC