Putri Kembang Dadar, Putri Pemersatu Kerajaan Hulu Dan Hilir

Photo Author
Sudirga Mandala, Rekomkita
- Sabtu, 22 Juni 2024 | 19:37 WIB
Putri Kembang Dadar (Sam Hardy)
Putri Kembang Dadar (Sam Hardy)

Nama Putri Kembang Dadar sudah tidak asing lagi di telinga orang Palembang. Ia terkenal akan parasnya yang cantik dan jasanya menyatukan 2 kerajaan yang tengah berseteru, hingga namanya diabadikan menjadi nama sebuah jalan dan kapal wisata milik Pemerintah Kota Palembang.

Latar Belakang Sejarah. Pada zaman dulu, di Palembang terdapat 2 kerajaan kecil yang bernama Kerajaan Hulu dan Kerajaan Hilir. Keduanya memiliki perselisihan yang tak kunjung padam.

Suatu ketika Raja dan sejumlah pengawal dari kerajaan Hilir tengah berdiskusi untuk melancarkan aksi menyerang kerajaan Hulu.

Raja menyiapkan pasukan yang dipimpin oleh panglima perang yang gagah berani untuk menaklukan kerajaan Hulu dengan taktik penyerangan tanpa berdiskusi dengan pihak lawan.

Sang raja yang gagah perkasa memerintahkan kepada prajuritnya untuk mengalahkan Kerajaan Hulu.untuk

Bersamaan dengan titah raja, para prajurit dipimpin panglima perang berangkat ke Kerajaan Hilir dengan menggunakan perahu perang besar bernama Bidar.

Melihat hal itu, prajurit dari kerajaan Hulu yang mengintai berlari terbirit-birit menemui raja untuk menyampaikan penyerangan mendadak yang dilakukan kerajaan Hilir. Raja kerajaan Hulu yang mendengar hal itu hanya tersenyum dan berkata kepada prajuritnya untuk bersiap-siap menyambut kedatangan prajurit kerajaan Hilir.

Baca Juga: Putra Sulung Presenter Ruben Onsu, Betrand Peto Putra Onsu Curhat Soal Dirinya yang Sempat Berjualan di Nusa Tenggara Timur.

Benar saja, sesampainya di kerajaan Hulu, Prajurit kerajaan Hilir kaget karena tidak mengira penyerangan yang mereka lakukan akan diketahui Raja Hulu. Terdengar suara lantang seperti aba-aba yang dilayangkan Raja Hulu untuk menyerang prajurit kerajaan Hilir.

Para prajurit kerajaan Hilir mendengar perintah tersebut dari arah kiri mereka. Rupanya Raja Hulu menyiapkan taktik tipu muslihat untuk menyambut kedatangan prajurit kerajaan Hilir.

Prajurit kerajaan Hulu disiapkan untuk bersembunyi dan mengendap-endap di semak-semak yang ada dibelakang prajurit kerajaan Hilir.

Panglima kerajaan Hilir memerintahkan prajuritnya untuk menyerang dari arah kiri, alhasil penyerangan mereka sia-sia.

Ternyata pasukan kerajaan Hulu menyiapkan penyerangan dari arah kanan, alangkah terkejutnya prajurit kerajaan Hilir hingga mereka berlari tunggang langgang dan berantakan tak bisa berbuat apa-apa.

Dengan stategi itu, Kerajaan Hulu dinyatakan menang dalam pertarungan. Tubuh panglima perang kerajaan Hilir di potong menjadi 2 bagian kepala dan badannya terpisah yang berarti kerajaan Hilir telah dikalahkan.

Halaman:

Editor: Sudirga Mandala

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kapolda Bangka Belitung Serius Berantas Geng Motor

Rabu, 15 Januari 2025 | 12:28 WIB

Terpopuler

X