Bersama pelarian lainnya, mereka menuju ke selatan lalu berhenti di sebuah hutan tak berpenghuni yang dirasa aman. Bangunan untuk tempat tinggal pun didirikan hingga tempat itu menjadi desa.
Empu Supo dan Empu Suro meneruskan usahanya membuat aneka pusaka besi seperti keris dan tombak. Pesanan mulai berdatangan. Penasaran, sejumlah orang segera mendatangi tempat itu yang kemudian disebut Kampung Pandean.
Nama itu bertahan hingga sekarang untuk menyebut sebuah desa kecil di Umbulharjo, Yogyakarta. Keahlian mengolah besi pun lestari hingga kini pada segelintir penduduk. Beberapa di antaranya menisbatkan diri sebagai keturunan pandai besi zaman Majapahit. Status yang meninggikan mereka meski pekerjaannya dianggap kasar.
- Sumber:
Repro Buku Keris Antik Wangkingan Kebo Hijau.
Artikel Terkait
Federasi Sepak Bola Korea Selatan Memasukan Shin Tae-yong Kandidat Pelatih Baru Korea Selatan
Atta Halilintar Pamer Lulus SMA Paket C: Ga da Kata Gengsi!
Kebo Iwa Seorang Patih yang Rela Berkorban Demi Bersatunya Nusantara
Sejarah Pembangunan dan Renovasi Ka'bah
Siap Edar, Uang Palsu 22 Miliar Berhasil Digagalkan Polisi
Polisi Tangkap Sindikat Uang Palsu Senila 22 Miliar Rupiah , Inilah Modus PemasaranMereka
No Sedih- sedih, Sarwendah Hadapi Gugatan Cerai Ruben Onsu dengan Oplas!
Kisah Dokter Perempuan Pertama Indonesia yang Jatuh Cinta dengan Pria Minang Hingga Meninggal di Bukittinggi
Lakukan Oplas di Tengah Proses Perceraian, Inilah yang Dipermak Sarwendah Agar Cantik
Tak Jadi Pilih Anies, PKS Usung Kadernya Saja , Sohibul Iman, Ini Alasannya!