Kisah Dokter Perempuan Pertama Indonesia yang Jatuh Cinta dengan Pria Minang Hingga Meninggal di Bukittinggi

Photo Author
Sudirga Mandala, Rekomkita
- Minggu, 23 Juni 2024 | 20:38 WIB
Dokter pertama di Indonesia dokter Marie Thomas (MHomecare)
Dokter pertama di Indonesia dokter Marie Thomas (MHomecare)

REKOMKITA - Namanya Marie Thomas, ia merupakan dokter perempuan pertama di Indonesia. Meski bukan orang Minang, ternyata Marie telah jatuh cinta dengan pria Minang dan menghabiskan sisa hidupnya hingga meninggal dunia di Bukittinggi.

Marie Thomas lahir di Likupang, Sulawesi Utara pada 17 Februari 1896. Marie pada masa kecil sering berpindah-pindah ke beberapa daerah karena ikut orang tuanya. 

Ayahnya yang seorang militer membuat Marie bisa menempuh pendidikan di berbagai sekolah di Sulawesi hingga Jawa.

Saat Marie berusia 16 tahun, waktu baru saja menyelesaikan sekolah Eropa di Manado, seorang dokter perempuan pertama di Belanda, bernama Aletta Jacobs menyarankan Marie untuk mendapatkan beasiswa sekolah kedokteran.

Tahun 1912 Marie diterima di STOVIA School Tot Opleiding Van Indische Artsen yaitu sekolah pendidikan dokter pribumi di Batavia pada zaman Hindia Belanda. 

Sebelum Marie masuk ke sekolah ini, STOVIA merupakan sekolah khusus untuk laki-laki.

Sebelumnya STOVIA tidak menerima mahasiswa perempuan, tetapi kebijakan tersebut berubah karena usaha Aletta Jacobs saat mengunjungi Hindia Belanda pada tahun 1911, dia mendesak masalah ini kepada Gubernur-Jenderal A.W.F. Idenburg.

Marie mencatat rekor sebagai satu-satunya pelajar perempuan yang sekolah di STOVIA diantara 200 pelajar laki-laki yang ada di sana, waktu itu.

Baca Juga: Sejarah Pembangunan dan Renovasi Ka'bah

Bukan waktu yang sebentar, 10 tahun kemudian tepatnya tanggal 26 April 1922 Marie pun dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar Indische Arts yang berarti Dokter Hindia.

Kelulusan Marie Thomas sempat jadi trending topik di Hindia Belanda. Prestasi Marie memperoleh nilai memuaskan diberitakan oleh surat kabar Hindia Belanda ketika itu.

Awal bertugas, pemerintah kemudian menugaskan Marie sebagai dokter pemerintah di Centrale Burgerlijke Ziekeninrichting (CBZ) atau sekarang bernama RS Cipto Mangunkusumo.

Marie akhirnya berpindah-pindah tugas, dari Jakarta lalu bertugas di Medan, Padang, dan Manado dan kembali lagi ke Jakarta tepatnya di RS Budi Kemulian yaitu sebuah rumah sakit bersalin.

Setelah tujuh tahun mengabdi di dunia kedokteran, bertugas dari satu rumah sakit ke rumah sakit lainnya, lalu pada 16 Maret 1929, Marie yang berusia 33 tahun jatuh cinta dengan pria minang dan memutuskan menikah dengan seorang dokter bernama Mohammad Joesoef.

Halaman:

Editor: Sudirga Mandala

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kapolda Bangka Belitung Serius Berantas Geng Motor

Rabu, 15 Januari 2025 | 12:28 WIB

Terpopuler

X