Pulau mitos ini pertama kali dideskripsikan oleh sejarawan Yunani kuno, Plato pada 360 SM. Ia menyebutkan bahwa Atlantis memiliki kekuatan angkatan laut yang besar sebelum tenggelam ke laut lebih dari 10.000 tahun yang lalu dalam peristiwa bencana.
Beberapa klaim pernah menyebutkan Kota Atlantis yang hilang telah ditemukan di Bahama, Kepulauan Yunani, Kuba, bahkan Jepang. Namun, para arkeolog masih memperdebatkan lokasi pasti kota ini. Meskipun tanpa bukti yang pasti, Atlantis terus jadi bagian imajinasi populer di masyarakat.
Kerajaan Atlantis disebut sebagai kerajaan yang berjaya dan hampir sempurna. Kenapa demikian? Banyak orang yang menyebutkan bahwa Atlantis memiliki tanah yang subur, kekayaan alam yang melimpah, rakyatnya makmur, serta memiliki teknologi yang maju.
Namunkabarnya, ada bencana alam dahsyat yang akhirnya membuat Atlantis tenggelam dan hilang selamanya. Walaupun begitu, kisah tersebut belum terbukti kebenarannya. Ada beberapa hal yang dianggap sebagai bukti bahwa Atlantis pernah ada dan sebagian ilmuwan mempercayainya.
Atlantis disebut sebagai benua yang hilang. Tempat tersebut pertama kali disebut oleh Plato dalam bukunya, Timaeus dan Critias. Ia mengatakan bahwa ada pulau sangat besar di seberang Selat Mainstay dan Haigelisi. Dari sana orang bisa pergi ke pulau lainnya yang dikelilingi oleh samudra.
Kelompok orang yang percaya Atlantis itu nyata teguh mengklaim bahwa benua yang hilang itu berada jauh dari wilayah Yunani kuno. Sebagian dari mereka menganggap bahwa Bimimi Road, formasi batuan di laut Bahama adalah penghubung ke Atlantis.
Karena bebatuan tersebut memiliki bentuk yang kuno. Beberapa peneliti mempercayai bahwa batuan Bimimi Road berasal dari abad ke 10.000 sebelum Masehi.
Baca Juga: Sang Suami Memvidiokan Istrinya di Kamera Tersembunyi, dan Inilah yang Tertankap Camera
Menurut sejarah, masyarakat Atlantis dikatakan mengungsi setelah wilayah mereka ditenggelamkan banjir besar. Orang percaya bahwa mereka pergi ke tempat yang sekarang bernama Campanario, Spanyol.
Disana ada pahatan batu kuno yang menunjukkan gambar perahu dan kuda berada di atas ombak. Selain itu, ada pula gambar yang menunjukkan sebuah kota.