Pemulihan dan Pemugaran
1. Penemuan Kembali
Candi Borobudur "ditemukan kembali" pada tahun 1814 oleh Sir Thomas Stamford Raffles, gubernur Inggris di Hindia Belanda saat itu. Sebelum penemuan ini, candi ini telah tertutup oleh abu vulkanik dan tanaman hutan.
2. Pemugaran
Setelah ditemukan kembali, proses pemugaran besar-besaran dilakukan oleh pemerintah kolonial Belanda dan kemudian oleh pemerintah Indonesia setelah kemerdekaan pada tahun 1945. Pemugaran ini bertujuan untuk menjaga kelestarian dan keindahan Candi Borobudur.
Pengakuan UNESCO
1. Situs Warisan Dunia
Pada tahun 1991, Candi Borobudur diakui sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO. Pengakuan ini menegaskan pentingnya candi ini dalam konteks budaya, sejarah, dan arsitektur dunia.
Baca Juga: Supermasif Blackhole Alam Semesta Jika Dibandingkan Betapa Kecilnya Tata Surya Kita
Makna dan Warisan Budaya
1. Simbol Kebesaran Buddha
Candi Borobudur tidak hanya menjadi tujuan wisata yang populer tetapi juga simbol kebesaran agama Buddha di Indonesia dan di seluruh dunia.
2. Perayaan Waisak
Setiap tahun, Candi Borobudur menjadi tempat perayaan Waisak, hari penting dalam agama Buddha yang memperingati kelahiran, pencerahan, dan parinibbana (wafat) Sang Buddha Gautama.
Candi Borobudur tetap menjadi salah satu warisan budaya paling penting dari masa lalu yang menunjukkan kehebatan seni, keagamaan, dan kecerdasan teknik masyarakat kuno di Nusantara.