REKOMKITA- Iran melancarkan serangan udara terhadap Israel, dengan drone ‘beberapa jam’ jauhnya.
AS dan Israel mengkonfirmasi bahwa serangan udara terhadap wilayah Israel sedang berlangsung ketika Yordania dan Irak menutup wilayah udara mereka.
Iran sendiri telah meluncurkan lusinan drone dan rudal ke Israel, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) negara itu mengonfirmasi, setelah Israel mengatakan Teheran telah memulai serangan.
IRGC mengatakan pada hari Sabtu bahwa mereka telah melepaskan drone dan rudal di bawah operasi “Janji Sejati”.
IRGC menambahkan, bahwa tindakan tersebut adalah bagian dari hukuman atas "kejahatan Israel”.
"Kami melancarkan operasi menggunakan drone dan rudal sebagai tanggapan atas kejahatan entitas Zionis yang menargetkan konsulat Iran di Suriah,” kata IRGC dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Aljazeera.
Israel mengatakan, drone tersebut akan memakan waktu beberapa jam sebelum mencapai wilayah udaranya. Serangan itu terjadi hampir dua minggu setelah serangan Israel terhadap konsulat Iran di Suriah yang menewaskan tujuh anggota IRGC.
Berbicara dalam pidato yang disiarkan televisi pada hari Sabtu, juru bicara militer Israel, Daniel Hagari, mengatakan: “Iran meluncurkan UAV [kendaraan udara tak berawak] dari wilayahnya menuju wilayah negara Israel. "Ini adalah eskalasi yang parah dan berbahaya. Kemampuan pertahanan dan ofensif kami berada pada tingkat kesiapan tertinggi menjelang serangan skala besar dari Iran.”
Pihak Israel telah meningkatkan kewaspadaannya sejak serangannya di Damaskus pada tanggal 1 April, meskipun Israel tidak mengomentari serangan tersebut. Iran berjanji akan membalas dendam dan serangan balasan sudah diperkirakan akan terjadi.
Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel mengatakan pada hari Sabtu, bahwa Israel siap menghadapi “serangan langsung dari Iran”.
Seorang pensiunan jenderal Israel, Amos Yadlin, mengatakan kepada berita Channel 12 bahwa drone Iran masing-masing dilengkapi dengan 20 kg (44 pon) bahan peledak.
Militer Israel mengatakan sirene akan berbunyi di daerah mana pun yang terancam dan pertahanannya siap menghadapinya.
“Kami tahu bahwa pesawat-pesawat sedang berpatroli di langit [Israel], kami tahu bahwa Benjamin Netanyahu sedang bertemu dengan kabinet perangnya, kabinet keamanannya malam ini,” kata Rory Challands dari Al Jazeera, yang melaporkan dari Yerusalem Timur yang diduduki.
Challands mengatakan, pihak Israel tidak bisa memastikan berapa lama waktu yang dibutuhkan, “pesawat tersebut harus melewati wilayah udara beberapa negara. Mereka bisa memakan waktu sekitar sembilan jam untuk tiba”, katanya.
Sumber: Aljazeera