"Belakangan (di medsos twitter / X) baru diketahui bahwa ternyata barang kiriman tersebut merupakan barang hibah !" ungkapnya
"Karena barang hibah, maka barang tersebut bisa diambil bebas biaya! " tegasnya.
Baca Juga: Tak Ada DNA Orang Lain, Polisi Pastikan Brigadir Ridhal Ali Tomi Bunuh Diri
Selanjutnya inilah perintah Sri Mulyani pada Bea Cukai untuk masalah peralatan belajar SLB ini.
"Sehingga BC akan membantu dengan mekanisme fasilitas pembebasan fiskal atas nama dinas pendidikan terkait, "tambahnya.
Untuk itu Sri Mulyani memberikan arahan tegas pada anak buahnya di Bea Cukai.
"Arahan saya jelas, saya minta BC terus melakukan perbaikan layanan dan proaktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kebijakan - kebijakan dari berbagai K/L yang harus dilaksanakan oleh BC sesuai mandat UU yaitu sebagai border protection, revenue collector, trade facilitator, dan industrial assistance, "paparnya.
Untuk masalah peralatan pendidikan seperti keyboard tunanetra itu ke depan Bea Cukai harus membuka kerja sama dengan pihak terkait.
"Saya juga meminta BC untuk bekerjasama dengan para stakeholders terkait agar dalam pelayanan dan penanganan masalah di lapangan dapat berjalan cepat, tepat, efektif sehingga memberikan kepastian kepada masyarakat, " tambahnya
Sri Mulyani mengapresiasi dan berterimakasih kepada semua pihak yang telah dan terus membantu memberikan masukan maupun dukungan lain agar pelayanan dan kinerja Bea Cukai dan Kemenkeu terus membaik.
Hal ini disampaikan Sri Mulyani Sabtu 27 April 2024.***
Artikel Terkait
Beli Sepatu Rp. 10 Juta, Ditagih Bea Masuk Rp. 31 Juta, jadi Viral, Begini Penjelasan Sri Mulyani!