Danau Matano adalah jenis danau tektonik purba yang terbentuk dari aktivitas pergerakan lempeng kerak bumi. Danau ini terbentuk pada akhir masa Pliosen sekitar 2-4 juta tahun yang lalu.
Sebutan danau ini diambil dari istilah ‘matano’ yang dalam bahasa masyarakat lokal berarti ‘mata air. Lokasi yang menjadi sumber air tersebut telah dibangun kolam berukuran 8 x 12 meter.
Pada dasar kolam sumber mata air tersebut, bermunculan gelembung-gelembung air yang tak henti-hentinya sehingga tampak seperti kehidupan yang lahir dari dalam perut bumi.
Danau ini memiliki sumber mata air di sekeliling dinding danau hingga dasarnya yang menyebabkan tinggi permukaan air relatif stabil dan tidak pernah mengalami kekeringan.
Baca Juga: Situs Gunung Padang Memicu Kontroversial Karena Klaim Sebagai Piramida Tertua di Dunia
Jejak Peradaban di Dasar Danau Matano, disebutkan bahwa, di danau ini terdapat banyak jejak arkeologi. Dalam berbagai penelitian yang dilakukan, ditemukan berbagai jejak arkeologi di kawasan Danau Matano.
Penelitian terhadap situs arkeologi yang berada di Kabupaten Luwu, khususnya di kawasan pesisir Danau Matano pertama kali dilakukan oleh oleh tim penelitian OXIS (The Origins Of Complex Society In South Sulawesi) yang dipimpin langsung oleh David F Bullbeck (Australian National University), Bagyo Prasetyo (Pusat Penelitian Arkeologi Nasional) dan Iwan Sumantri (Arkeolog Universitas Hasanuddin) pada tahun 1998.
Dari hasil penelitian tersebut, tim penelitian menemukan lingkungan yang tenggelam (submerged landscape). Temuan tersebut diduga disebabkan oleh naiknya permukaan air danau dan juga aktivitas gempa yang sering terjadi di Kawasan Danau Matano sehingga menyebabkan runtuhan dan patahan.
Tim peneliti juga menemukan jejak arkeologi lainnya berupa tembikar yang jumlahnya ratusan, alat batu serpih (flakes), artefak logam seperti tombak, parang, badik, dan juga kapak corong.
Baca Juga: Jejak Bangsa Kimmeria yang Hebat Tetapi Terlupakan Dalam Sejarah Turki Kuno
Selain itu, mereka juga ditemukan beberapa gigi binatang, salah satunya adalah gigi dari binatang vertebrata cervidae. Dari data-data yang ditemukan dapat diindikasikan situs-situs Danau Matano berada pada periodisasi prasejarah paleometalik hingga masa klasik (Majapahit).
Tidak hanya menyimpan jejak arkeologi, Danau Matano rupanya juga menawarkan pesona keindahan yang luar biasa. Panorama alam di danau ini sangat memanjakan mata karena airnya yang sangat bersih, jernih, dan tenang. Saking jernihnya, dasar danau ini bisa terlihat hingga kedalaman 20 meter.
Karena memiliki air yang sangat jernih, air danau ini menyimpan keindahan bawah air yang menakjubkan. Pesona alam bawah air danau ini juga menyimpan sejarah tersendiri, terdapat beberapa situs purbakala yang dapat menjadi tujuan eksplorasi para peneliti dan arkeolog.
Luas danau ini mencapai 16.000 hektare. Selain hamparan danau yang luas, pengunjung yang hadir juga pasti akan menikmati ekosistem alam lainnya yang berada di kawasan Danau Matano.
Artikel Terkait
Turki Meluncurkan Penyelidikan Setelah Pesawat Kargo Boeing 767 Mendarat Tanpa Roda Depan
Artefak Tertua yang Ditemukan di Gua Adalah Peralatan Zaman Batu yang Berusia Sekitar 78.000 Tahun
Team Tyler Glockner Mengungkap Temuan Aneh Melalui Situs Web NASA
Belati yang Terbuat dari Logam khusus di Mesir pada 3.300 Tahun yang Lalu Sangatlah Langka
Stonehenge Adalah Monumen Prasejarah yang Sulit Untuk Difahami
Teori Makhluk Reptil yang Menghuni Pangkalan Bawah Tanah Masih Menjadi Bahan Spekulasi dan Perdebatan di Kalangan Tertentu
Jejak Bangsa Kimmeria yang Hebat Tetapi Terlupakan Dalam Sejarah Turki Kuno
Situs Gunung Padang Memicu Kontroversial Karena Klaim Sebagai Piramida Tertua di Dunia