Sementara itu, Mbok Wangsih hari-harinya diiputi kesedihan karena kehilanggan anak semata wayang yang menafkahinya, pun juga demikian dengan Mang Dam hari-harinya diliputi dengan penyesalan dan kehilangan, hingga pada akhirnyaorang tua Baridin dan Suratminah juga meninggal dengan perasaan duka yang mendalam.
Baridin dan suratminah kemudian dimakamkan berdampingan. Makam Baridin dan Suratminah sekarang dapat dijumpai di Blok Baridin Desa Jagapura Kab Cirebon.
Kisah Cinta Baridin dan Suratminah tersebut sangat masyhur di Cirebon, kemasyhuran cerita cinta tersebut kemudian dimasyhurkan lagi ketika kisah cinta tersebut di buat Drama Tarlingya oleh seorang Seniman Cirebon terkenal yang bernama H. Abdul Aziz (Ajid/b) pada tahun 1980 an.
Artikel Terkait
Imam Bonjol Adalah Pemersatu kaum Adat dan Padri Untuk Sama-sama Melawan Belanda
Lisa Blackpink memilih hengkang dari YG Entertaiment
Mulai Mengerucut, Jika Skema Koalisi PDIP dan PKB Terjadi, H Asri Ag Amankan Tiket PALI 1
Aka Cholik Benarkan PKB Kabupaten PALI Rekomendasikan H Asri Ag Calon Bupati PALI 2024
Kapten Timnas Indonesia Asnawi Mangkualam Sebut Rumput SUGBK Buruk yang Jadi Kekalahan Terhadap Irak
Kata Ketum PSSI Erick Thohir Usai Indonesia Ditekuk Irak di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Twitter Resmi Mengizinkan Pengguna Mengunggah Konten Maupun Grafis Bermuatan Pornografi
Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong Bela Jordi Amat atas Kartu Merah
Berlangsung Meriah, KPUD Lakukan Peluncuran dan Sosialisasi Akbar Pilkada Muara Enim, Serta Launching Maskot Pilkada
Portugis Adalah Bangsa Eropa Pertama yang Menjajah Nusantara dan Paling Dibenci Dibanding Dengan VOC