Kisah Seorang Wanita Berkurban yang Menyentuh Hati

Photo Author
Sudirga Mandala, Rekomkita
- Selasa, 18 Juni 2024 | 14:36 WIB
Kisah seorang Wanita ingin berkurban yang menyentuh hati (Sejarah Umum)
Kisah seorang Wanita ingin berkurban yang menyentuh hati (Sejarah Umum)

“Mak, saya udah belikan emak kambing buat qurban, nanti kita antar ke Masjid ya mak.” kata ibu itu dg penuh kegembiraan….

Si Nenek sangat terkaget, tapi nampak jelas raut bahagia di wajah nya, ia segera berjalan keluar dg langkah yg gontai karena usianya yg senja…

Sambil mengelus-elus kambing, Nenek itu berucap : “Alhamdulillah, akhirnya kesampaian juga kalau emak mau berqurban…”

“Nih Pak, uangnya, maaf ya kalau saya nawarnya kemurahan, karena saya hanya kuli nyuci di kampung sini, saya sengaja mengumpulkan uang utk beli kambing yg akan diniatkan buat qurban atas nama emak saya.” Kata ibu muda itu.

Kaki ini bergetar, dada terasa sesak, sambil menahan tetes air mata, saya berdoa : *Ya Allah, ampuni dosa hamba, hamba malu berhadapan dg hamba-Mu yg pasti lebih mulia ini, seorg yg miskin harta namun kekayaan imannya begitu luar biasa.

“Pak, ini ongkos kendaraannya.” Panggil ibu itu.

“Sudah bu, biar ongkos kendaraanya saya yg bayar.” kata saya sambil menyembunyikan mata saya yg sudah berkaca-kaca.

Baca Juga: Kota Depok Dahulu Merupakan Negara, Lebih Tepatnya Negara Dalam Negar

Saya cepat pergi sebelum ibu itu tahu kalau mata ini sudah basah karena tak sanggup mendapat teguran dari ALLAH yg udah mempertemukan dg hamba-NYA yg dg kesabaran, ketabahan dan penuh keimanan ingin memuliakan org tuanya meski dengan segala keterbatasan ekonominya.

Masya Allah !!
Untuk mulia ternyata tdk perlu harta berlimpah, jabatan tinggi apalagi kekuasaan.
kita bisa belajar keikhlasan dari ibu itu utk menggapai kemuliaan hidup, bkn utk dirinya, tapi demi Ibunda tercintanya..

Berapa banyak diantara kita yg diberi kecukupan penghasilan, namun masih saja ada keengganan untuk berqurban.

Padahal bisa jadi harga handphone, jam tangan, tas, ataupun aksesoris yg menempel di tubuh kita harganya jauh lebih mahal dibandingkan seekor hewan qurban…
Namun selalu kita sembunyi dibalik kata “tdk mampu atau tdk dianggar kan.

Cerita diambil dari : Program Studi Informatika Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta

Halaman:

Editor: Sudirga Mandala

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kapolda Bangka Belitung Serius Berantas Geng Motor

Rabu, 15 Januari 2025 | 12:28 WIB

Terpopuler

X