Asal-usul Ketupat dipercayai berasal dari Pulau Jawa, makanan ini sudah ada sejak zaman Sunan Kalijaga masih hidup. Ketupat adalah sebutan dalam bahasa Indonesia pada makanan yang oleh masyarakat Pulau Jawa dinamai "Kupat", adapun kata Kupat sendiri merupakan kependekan dari dua kata bahasa Jawa Ngaku dan Lepat.
Ngaku bermakna mengakui, sementara Lepat berarti salah. Sehingga secara bahasa Kupat atau Ketupat itu berarti mengakui kesalahan.
Ditinjau dari asal-usulnya, makanan tersebut dibuat dan dinamai Kupat/Ketupat terinspirasi dari kondisi masyarakat Islam pulau Jawa yang sedang merayakan hari raya Idul Fitri.
Pada perayaan Idul Fitri, orang Islam saling salam salaman dengan keluarga, saudara dan tetangga, hal itu dilakukan sebagai wujud mengakui kesalahan dari tiap-tiap individu untuk kemudian salaing maaf memaafkan diantara mereka.
Ketupat diciptakan untuk mengiringi peristiwa itu, bagi tetangga yang mampu secara ekonomi, biasanya mereka mengirimkan makanan yang didalamnya terdapat ketupat sebagai buah tangan untuk keluarga, saudara dan tetangga yang dikunjungi.
Baca Juga: Majapahit Ternyata Pernah Menaklukkan India Selatan
Lambat laun, tradisi pembuatan ketupat di Pulau Jawa dilakukan pada tiap-tiap perayaan Idul Firti, sehingga masyarakat Jawa menyebut hari raya idul Fitri dengan nama hari raya kupat/ketupat.
Orang Jawa, selain dikenal sebagai suku bangsa perantau, juga merupakan suku bangsa yang populasinya paling banyak di Nusantara, sehingga ketika mereka menetap di daerah-daerah lain di Nusantara, mereka membawa serta keterampilan membuat Ketupat ke berbagai daerah, seperti ke Sumatra, Bali, Kalimantan, Malaysia, Brunai, Filiphina dan lain sebagainya.
Sebagai akibat dari adanya orang-orang Pulau Jawa yang membawa keterampilan membuat ketupat di luar pulau Jawa itulah makanan tersebut menyebar. Di luar Jawa, ketupat atau kupat terkadang diucapkan dengan berbagai macam penyebutan, ragamnya banyak.
Artikel Terkait
Jika Lolos ke Ronde 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia akan Diberikan Bonus
Aka Cholik Intruksikan Kader dan Simpatisan PKB Kabupaten PALI All Out Dukung H Asri Ag, Sebut Figur yang Tepat!
Alasan Ketua DPA Belanda Aleid Wolfses Stop Penggunaan Facebook
Sistem Budaya Maupun Agama Tergantung Pemimpin Negaranya
Pilkada Kabupaten PALI 2024, Tiga Nama Disebut- Sebut Cocok Dampingi H Asri Ag
Bank Sumsel Babel Cabang Air Itam dan Tanah Abang Pali Memberikan Pelayanan yang Tidak Baik Membuat Para Customer Kecewa
Ternyata Bulan Pernah Menghilang Silangit Bumi
pembunuhan dan Pelecehan Seksual Oleh Seorang Anak Berusia 16 Tahun Terhadap Bocah 6 Tahun
Pembagian Pot Drawing Kualifikasi Piala Asia U20, Timnas Indonesia U20 masuk Pot Berapa ?
Tokoh Wiralodra Dikenal Sebagai Orang Yang Mampu Menghabisi Babteng