“Sebenarnya Batu Lingga itu besar. Namun pada medio 2000an batu tersebut raib. Entah ke mana,” kata Ranger Linggajati, Kang Ewer, seperti dilansir dari unggahan BTNGC.
Menurutnya, beberapa tahun lalu Ranger berinisiatif menyusun kembali Batu Lingga sebagai pertanda cerita dan legenda gunung Ciremai.
Konon, Batu Lingga erat kaitannya dengan Satria Kawirangan dan Sunan Gunung Jati, salah satu Wali Songo dari Kasultanan Cirebon.
Di Batu Lingga itulah Kanjeng Sunan Gunung Jati bermunajat kepada Gusti Allah untuk mencari jalan keluar dalam menghadapi peperangan melawan penjajah Portugis,” katanya.
Menurut penuturan versi cerita lain, area Batu Lingga diyakini sebagai jalan yang dapat tembus ke Kawah Ganda. Pasalnya, ketinggian tempat Batu Lingga dipercaya sejajar dengan dasar kawah gunung Ciremai.
“Memang begitu ceritanya. Tapi kita mesti melihat dengan mata batin,” tuturnya.
Waktu itu, Desa Gede masyarakatnya masih belum beragama Islam. Wali Songo ketika itu datang dan naik ke gunung Gede atau Ciremai untuk melakukan musyawarah di Batu Lingga membicarakan mengenai syiar Islam. Tuntas agenda musyawarah tersebut, kemudian para wali turun gunung menuju ke Desa Gede.
Lantas mengubah namanya menjadi Linggarjati atas usulan dari Sunan Kalijaga, Sunan Bonang, Sunan Kudus dan tokoh lainnya.
Di samping itu, terkait sejarah penamaan desa tersebut. Yang diriwayatkan bahwa nama Linggarjati adalah usulan dari Sunan Bonang.
Sunan Bonang mengusulkan memberi nama Linggarjati dengan alasan bahwa sebelum Sunan Gunung Jati sampai ke puncak Gunung Gede, beliau Linggar (Berangkat) meninggalkan tempat istirahat di Desa Gede menuju Puncak Gunung Ciremai lantas, bermusyawarah tanpa mengendarai kendaraan apapun melainkan dengan menggunakan ilmu sejati.
Baca Juga: Sejarah Desa Node yang Ada di Cirebom
Syekh Maulana Magribi atau yang kita kenal Sunan Gresik juga turut mengusulkan nama yakni, desa itu diberi nama Lingarjati, mempunyai arti tempat “ Penyiaran Ilmu Sejati”.
Berbeda dengan pendapat Sunan Kudus, Sunan Kudus menyebut Lingajati yang berarti Nalingakeun Ilmu Sejati (memperlihatkan ilmu sejati).
Karena di tempat inilah Gusti Sinuhun Sunan Gunung Jati mulai menggunakan Ilmu Sejatinya untuk menyusul para wali yang lain ke puncak Gunung Ciremai.
Sekaligus tempat tersebut juga digunakan untuk bermusyawarah dan menjaga rahasia Ilmu Sejati jangan sampai diketahui oleh orang banyak.
Artikel Terkait
Meskipun Pelaku Mutilasi di Garut Diduga ODGJ, Polisi Bawa Akan Turunkan Ahli Kejiwaan
Atas Gangguan PDNS, Dirjen Aptika Keminfo Samuel Abrijani Pangarepan Undur Diri
Kenau Menjadi Saksi yang Dihadirkan Oleh Jaksa Penuntut Umum di Pengadilan Negeri Jakarta Timur Atas Kasus Kecelakaan Laura Anna dan Gaga Muhammad
Mengejutkan! Bukan Cuma Pemakai, Amar Zoni Diduga Pemodal Bisnis Narkoba!
Terungkap Ammar Zoni Diduga Bukan Cuma ingin Pakai tapi Juga Investasi Narkoba Begini Hitungannya!
Ammar Zoni Diduga Gagal Investasi Narkoba, Uang Tak Kembali, Malah Masuk Bui
Terkenal Miliki Hati Emas, Inilah 6 Artis yang Pernah Ditolong Ruben Onsu
Berproses! H Asri Ag Bukan Calon Pemimpin yang Lahir Secara Instan, Dia Ditempa dengan Segudang Pengalaman
Fidel Castro Rupanya Keturunan Kebumen Jawa Tengah
Sejarah Desa Node yang Ada di Cirebom