Akhirnya dipilih usulan dari Sunan Bonang dan dinamakan Desa Linggarjati yang sampai dengan sekarang masih digunakan namanya.
Penamaan ini dilakukan ketika para Wali turun dari pendakian Gunung Ciremai dan mendapati penduduk Desa Gede yang enggan menerima syiar Islam memilih pergi.
Hampir semua dari penduduk setempat waktu itu tidak bisa menerima hadirnya agama Islam, mereka tetap pada keyakinannya.
Selain itu pula sebenarnya mereka merasa takut untuk berhadapan dengan kesaktian Para Wali. Sehingga dengan serempak mereka melarikan diri dengan menggunakan bermacam macam ilmu kemampuannya. Ada yang berubah wujud agar tidak kelihatan sebagaimana manusia biasa (Mokswa, Tilem) atau meninggalkan desa masing-masing dengan tujuan untuk bersembunyi.
Konon katanya sejak itulah Desa Gede dikenal dengan nama Desa Lingarjati atau Linggarjati dan Gunung Gede sejak itu pula lebih dikenal dengan nama Gunung Cereme yang diambil dari kata Mangcereman (Musyawarah) dan pada masa penjajahan Belanda Gunung Cereme di populerkan dengan nama Gunung Ciremai.
Seperti diketahui, gunung ini memiliki kawah ganda. Kawah barat yang beradius 400 m terpotong oleh kawah timur yang beradius 600 m. Pada ketinggian sekitar 2.900 mdpl di lereng selatan terdapat bekas titik letusan yang dinamakan Gowa Walet.
Kini Gunung Ceremai termasuk ke dalam kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), yang memiliki luas total sekitar 15.000 hektare.
Versi lain, nama gunung ini berasal dari kata Cereme (Phyllanthus acidus, sejenis tumbuhan perdu berbuah kecil dengan rasa masam).
Hanya saja sering kali disebut Ciremai, suatu gejala hiperkorek akibat banyaknya nama tempat di wilayah Pasundan yang menggunakan awalan "Ci" untuk penamaan tempat.
Di kisahkan pula pada waktu itu Sunan Gunung Jati naik Gunung Ciremai, sambil menyempatkan menanam pohon Sawo Kecik, dalam sebuah perjalanan Mencari Ilham.
Konon, Sunan Gunung Jati dikisahkan kerap naik Gunung Ciremai. Bahkan, dalam satu riwayat cerita, pendakian dilakukan bersama para Wali lainnya.
Ada apa gerangan hingga Sunan Gunung Jati dan para wali sampai harus naik Gunung Ciremai? Rupanya, itu tidak lepas dari Tadabur Alam. Bahkan konon, Raja Cirebon itu pernah sampai ke puncaknya.
Dalam satu kisah, Sunan Gunung Jati mengunjungi Gunung Ciremai yang waktu itu diriwayatkan masih bernama Gunung Gede.
Lokasi Gunung Gede ini, di bawahnya terdapat sebuah desa yang bernama Desa Gede sebelum diubah namanya menjadi Desa Linggarjati.
Tujuannya adalah untuk menemukan solusi dalam penyebaran Agama Islam di tanah Jawa agar dapat diterima oleh masyarakat luas.
Artikel Terkait
Meskipun Pelaku Mutilasi di Garut Diduga ODGJ, Polisi Bawa Akan Turunkan Ahli Kejiwaan
Atas Gangguan PDNS, Dirjen Aptika Keminfo Samuel Abrijani Pangarepan Undur Diri
Kenau Menjadi Saksi yang Dihadirkan Oleh Jaksa Penuntut Umum di Pengadilan Negeri Jakarta Timur Atas Kasus Kecelakaan Laura Anna dan Gaga Muhammad
Mengejutkan! Bukan Cuma Pemakai, Amar Zoni Diduga Pemodal Bisnis Narkoba!
Terungkap Ammar Zoni Diduga Bukan Cuma ingin Pakai tapi Juga Investasi Narkoba Begini Hitungannya!
Ammar Zoni Diduga Gagal Investasi Narkoba, Uang Tak Kembali, Malah Masuk Bui
Terkenal Miliki Hati Emas, Inilah 6 Artis yang Pernah Ditolong Ruben Onsu
Berproses! H Asri Ag Bukan Calon Pemimpin yang Lahir Secara Instan, Dia Ditempa dengan Segudang Pengalaman
Fidel Castro Rupanya Keturunan Kebumen Jawa Tengah
Sejarah Desa Node yang Ada di Cirebom