Korban yang terjebak juga dilaporkan berada di dalam pusat perbelanjaan AEON yang mengalami kerusakan akibat gempa.
Tim penyelamat terus melakukan operasi pencarian dan evakuasi di sejumlah lokasi terdampak.
Ribuan Rumah Padam Listrik, Transportasi Terganggu
Pemerintah Jepang masih memberlakukan status siaga di sejumlah prefektur di Pulau Kyushu, yakni Kumamoto, Nagasaki, Kagoshima, Fukuoka, Saga, Oita, dan Miyazaki.
Akibat gempa tersebut, perusahaan Kyushu Electric Power melaporkan sekitar 40.000 rumah mengalami pemadaman listrik.
Gangguan juga terjadi pada layanan transportasi. Sejumlah perjalanan kereta api dihentikan sementara, sementara operasional beberapa bandara mengalami penyesuaian akibat dampak gempa.
BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami ke Indonesia
Di Indonesia, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa yang terjadi di Jepang tidak berpotensi menimbulkan tsunami yang berdampak ke wilayah Indonesia.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan hasil pemodelan menunjukkan gempa terjadi pada kedalaman sekitar 22 kilometer dengan episenter berada di darat, sekitar 6 kilometer barat daya Kota Uki, Prefektur Kumamoto.
Baca Juga: Jubir Otorita Troy Pantouw Meninggal Dunia: Kronologi hingga Dugaan Sakit yang Pernah Dikeluhkan
Menurutnya, gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif dengan mekanisme pergerakan patahan geser (strike-slip).
"Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia," kata Wijayanto dalam keterangan tertulis.
Hingga Selasa malam pukul 19.30 WIB, BMKG masih mencatat sedikitnya satu gempa susulan berkekuatan Magnitudo 6,3 yang terjadi di wilayah Kumamoto.