Sesuaikan Kebiasaan Platform dan Audiens, Tips dan Trik Konten Raih Engagement Tinggi

Photo Author
Toar Kenward, Rekomkita
- Kamis, 16 Juli 2026 | 16:27 WIB
Webinar ‘Inside the Digital Ecosystem: Membedah Platform dan Pola Kerja Kreator Profesional’ oleh Promedia Group. (dok.promedia)
Webinar ‘Inside the Digital Ecosystem: Membedah Platform dan Pola Kerja Kreator Profesional’ oleh Promedia Group. (dok.promedia)

‎Fokus pada Satu Platform

‎Konten kreator memiliki peluang untuk membagikan kontennya di semua platform, namun tentu akan membutuhkan energi dan waktu.

‎“Fokus pada satu platform itu lebih simpel dan tidak membuat capek, tapi di sisi lain, ada kesempatan di platform lain yang ditinggalkan. Sedangkan jika mencoba banyak platform, lebih banyak makan tenaga dan waktu karena harus memikirkan ulang tipe-tipe konten sesuai platformnya,” lanjut Agil.

‎Oleh karena itu, kata Agil, konten kreator harus selalu memulainya dengan riset topik dan membuat kerangka konten. Selanjutnya, jika berbentuk tulisan panjang bisa diunggah di website atau personal blog, dan versi pendeknya dibuat dalam bentuk utas di X dan Threads.

Baca Juga: BYD Tech Culture Fest 2026 Hadir di Bandung, Kenalkan Teknologi Mobilitas Masa Depan kepada Masyarakat

‎Kerangka konten berbentuk grafis akan cocok untuk Instagram dan TikTok, termasuk video yang bisa diunggah di YouTube Short.

‎Lalu, Bagaimana dengan Website?

‎Tak hanya platform media sosial, webinar ini juga membahas mengenai habit konten website yang banyak berupa tulisan panjang dengan pengguna yang memang sudah niat dari awal untuk mencari informasi lewat website.

‎Traffic website berasal artikel berita evergreen, trend, atau breaking news yang memang sengaja dicari oleh pengguna.

Baca Juga: Sepak Terjang Kuntadi, Calon Pengganti Jampidsus Febrie Adriansyah yang Pernah Bongkar Skandal Korupsi Harvey Moeis

‎Beda dengan media sosial, website memiliki karakter konten yang lebih lama dan berumur panjang.

‎“Kontennya tetap aktif ditemukan oleh audiens yang tepat di saat mereka membutuhkan. Mereka juga memiliki hak penuh atas nama dan identitas brand, sedangkan media sosial lebih rawan kena shadow banned dan berumur pendek karena jika sudah tidak menjadi trending, akan ‘basi,’” papar Agil lagi.

‎Sementara itu, Promedia Group juga akan menggelar Bootcamp Jurnalistik Digital bertajuk ‘Next-Gen Journalist: Navigasi Ekosistem Digital dan Etika Konten Modern’ selama 6 sesi pada 20-31 Juli 2026.

‎Pendaftaran peserta bisa dilakukan melalui link berikut: https://go.promediateknologi.id/DaftarBootcamp

Halaman:

Editor: Toar Kenward

Sumber: RK

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X