Seorang Tukang Ojek Online di Palembang Ceritakan Suka Duka Jadi Ojol, Kisah Dukanya Bikin Empati!

Photo Author
Ryansha, Rekomkita
- Sabtu, 30 Maret 2024 | 23:40 WIB
Ilustrasi Gambar Ojek Online, Suka Duka Jadi Ojol, Kisah Dukanya Bikin Empati! (Sumber : IG/Ojek.OOK)
Ilustrasi Gambar Ojek Online, Suka Duka Jadi Ojol, Kisah Dukanya Bikin Empati! (Sumber : IG/Ojek.OOK)

REKOMKITA-Loyo (21) seorang tukang ojek online yang ada di kota palembang menceritakan kisah suka dukanya selama menjalani profesi ojol.

Bagi loyo yang merupakan tukang ojek online di kota palembang, profesi yang ia jalani banyak memberikan kisah suka maupun duka.

Loyo sendiri telah menekuni profesi ojek online di Kota palembang sudah 1 tahun lebih sebagai ojek online. Dan rasa suka saat menjadi ojol tentu saat orderan datang begitu banyak. Bentuk orderan itu bisa berupa apa saja. Mulai dari orderan makanan, pesanan antar dan jemput barang, atau orderan mengantar penumpang. Bahkan, rasa gembira makin bertambah saat sedang banjir pesanan ternyata masih mendapat tambahan tip dari penumpang.

Rasa suka lain adalah saat saya jadi ojol dapat menambah pengetahuan tentang wilayah. Atau bisa dikatakan jadi hafal jalan. Malah terkadang saya mendapat info arah jalan dari customer.

Baca Juga: Apa Manfaat Kulit Manggis Bagi Kesehatan ?

Nah, baru sekelumit rasa gembira yang saya alami. Lalu apa saja dukanya?

Salah satu rasa duka yang pernah saya alami adalah soal titik penjemputan penumpang. Titik ini seringkali tidak sesuai dengan lokasi yang dibagikan customer. Dan parahnya, customer terlalu percaya dengan titik lokasi dari ponsel.

Pernah pada suatu hari saya mendapat pesanan jemput-antar seorang customer. Yang bersangkutan memberi titik lokasi pada gerbang depan perumahan. Tak ada penjelasan nomor rumah atau tanda lain yang mudah dijumpai.

Saya cari keliling perumahan, satupun tidak melihat orang yg sedang menunggu didepan rumah, saya berinisiatif untuk telpon customer akan tetapi tidak diangkat. ternyata customer malah ketiduran. Tak hanya itu, ia pun lupa memberi keterangan pada titik jemputan.

Baca Juga: Debut yang Sempurna Ragnar Oratmangoen dan Thom Haye Laga Timnas Indonesia vs Vietnam

Selain pengalaman saya di atas, masih terdapat pengalaman unik saat menjadi ojol. Beberapa kali saya mendapat pesanan jemput-antar barang. Barang yang saya antar beragam. Mulai dari barang yang wajar seperti buku, tas, atau alat tulis lainnya hingga barang yang lucu seperti topi sekolah, make up, hingga tugas kuliah.

Demikian keluh kesah pekerjaan ojol yang pernah saya alami. Maka, secapek-capeknya bekerja meski banyak suka duka, masih lebih capek lagi tidak punya pekerjaan.

Editor: Ryansha

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X