Jadi Tersangka Korupsi Pakan Satwa, Eks Dirut KBS Choirul Anwar Diduga Gasak Anggaran Rp7,4 M untuk Duit Pribadi

Photo Author
Toar Kenward, Rekomkita
- Rabu, 22 Juli 2026 | 18:47 WIB
Menyoroti kasus dugaan korupsi pakan satwa yang menjerat mantan Dirut Kebun Binatang Surabaya (KBS), Choirul Anwar. (Instagram.com/@malangraya.info)
Menyoroti kasus dugaan korupsi pakan satwa yang menjerat mantan Dirut Kebun Binatang Surabaya (KBS), Choirul Anwar. (Instagram.com/@malangraya.info)

Gede menjelaskan, hal tersebut dengan mengurangi jumlah makan satwa, dengan laporan pertanggungjawabannya direkayasa dan dibuat seolah sesuai.

Baca Juga: Kabur dari Rombongan Trip di Korsel, Femas Sempat Kerja Sehari tapi Langsung Resign: Alasan Kerjanya Capek

"Karena salah satu modusnya adalah tentang pakan binatang, ya. Pakannya ada dikurangi," sebut Gede. 

"Artinya pertanggungjawabannya dibuat ada, tapi dibuat dengan sebenarnya dengan mark up," sambungnya.

Selain merugikan keuangan negara, praktik lancung itu juga berdampak pada kondisi Kebun Binatang Surabaya yang dinilai tidak terawat dengan baik.

Baca Juga: Kronologi Ledakan Dahsyat di Rumah Mewah Kawasan Grand Polonia Medan, Diduga Bermula dari Kebocoran Pipa Bawah Tanah

Bahkan, akibat dana pakan satwa yang dikurangi, diduga membuat sebagian satwa di Kebun Binatang Surabaya itu mati akibat kelaparan.

"Selain merugikan kerugian keuangan negara juga ini membuat wahana Kebun Binatang Surabaya yang kita cintai ini menjadi tidak berkembang karena yaitu dalam pengelolaan keuangannya," ungkap Gede.

"Mengakibatkan fasilitas tidak terawat dengan baik, kotor, rusak, hewan-hewan juga berdampak pada kurang sehat, kemudian kurus, cenderung mati, dan tidak terdapat perawatan yang baik," tandasnya.

Halaman:

Editor: Toar Kenward

Sumber: RK

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X