Presiden Tayyip Erdogan mengatakan pada malam May Day bahwa protes tahunan tidak akan diizinkan terjadi di Lapangan Taksim, yang ditutup oleh polisi.
Pakar hukum mengatakan sikap ini melanggar hak warga Turki untuk menyelenggarakan pertemuan publik dan demonstrasi, sebuah hak yang dikuatkan oleh Mahkamah Konstitusi dalam keputusan Oktober lalu.
Pemimpin oposisi utama Partai Rakyat Republik (CHP) di Turki, Ozgur Ozel, menyerukan agar unjuk rasa tetap dilanjutkan meskipun ada larangan yang dikeluarkan oleh kantor Gubernur Istanbul.
Artikel Terkait
10 Ribu Jenazah Penduduk Palestina di Jalur Gaza Masih di Bawah Reruntuhan
Megawati Hangestri Pertiwi Resmi di Perpanjang Kontrak Klub Voli Red Sparks Korea Selatan
Alam Kubur Serem Loh ! Buat yang Sering Ngomong dan Tiduran Pas Adzan Berkumangang, Baca Artikel Berikut !
Inilah Detik-detik Korban Masuk Kamar Hotel Pagi, Lalu Pelaku Dorong Koper Berisi Mayat Rini Maryani dengan Santainya Lepas Maghrib
War SO7 Trending, Warganet :Lebih Susah deh dari pada War KPop
Anak laki-laki yang tewas dalam serangan pedang di Hainault bersekolah di sekolah swasta yang sama dengan korban di Nottingham
Bakal Calon Bupati PALI, H Asri Ag Hadiri Undangan Ketum PKB Muhaimin Iskandar
Nilai Skuad Timnas Indonesia U-23 Lebih Tinggi Dibandingkan Nilai Skuad Irak U-23 di Piala Asia U23.
PKB Undang Bakal Calon Bupati PALI, H Asri Ag, Taaruf dengan Bakal Calon Kepala Daerah Zona Sumatera II
Polisi Wisconsin Membunuh Siswa yang Datang ke Sekolah Menengah Dengan Senjata