REKOMKITA - Mengenakan pakaian lock-up berupa kemeja polo merah dan celana pendek biru, dengan tangan dan kaki terikat, dia menundukkan kepala dan mengikuti DSP Tan hingga ke kanal.
Baru setelah kembali ke tempat kejadian dan disuruh menceritakan secara detail apa yang terjadi, Yap putus asa.
Di dalam penjara, dia menangis dan mengatakan kepada petugas bahwa dia depresi dan sangat sedih, kata DSP Tan.
“Dia tidak dapat melanjutkan,” kata DSP Tan. "Dia menangis terus-menerus, jadi kami harus melakukan pemeriksaan dan mengirimnya ke Kompleks Medis Changi. Dia langsung dirawat di sana."
Yap kemudian dikirim ke Institut Kesehatan Mental untuk penilaian psikiatris, diberi label risiko bunuh diri dan dipantau.
Waktunya dalam penilaian psikiatris kembali dengan diagnosis gangguan depresi mayor dengan tingkat keparahan sedang pada saat pelanggaran terjadi.
Setelah temuan ini, jaksa menurunkan dakwaan pembunuhan terhadap Yap - dakwaan kedua atas kematian Aston yang diberikan kepadanya pada Februari 2022 - menjadi pembunuhan yang patut disalahkan dan bukan pembunuhan. Perubahan dakwaan tersebut membuat Yap tidak lagi menghadapi hukuman mati melainkan maksimal penjara seumur hidup.
Dia mengajukan pengakuan bersalah pada Agustus 2023, dan pengacaranya Mr Choo Si Sen, Mr Patrick Nai dan Ms Choo Yean Lin menyerahkan surat yang ditulis Yap ke pengadilan.
Dalam surat tersebut, dia meminta maaf atas kekacauan dan masalah yang dia timbulkan. Dia mengatakan dia "diliputi oleh kesedihan dan keputusasaan" dan "benar-benar kehilangan keyakinan bahwa kedua putra saya akan diurus di masa depan".
Baca Juga: Polisi Wisconsin Membunuh Siswa yang Datang ke Sekolah Menengah Dengan Senjata
Dia berharap dengan membawa kedua putranya bersamanya "akan mengakhiri penderitaan mereka yang tidak adil" dan berharap "kematian yang cepat dan segera menjalani hukuman mati".
Dia mengatakan ini adalah "hukuman yang paling ringan" baginya, dan akan mengizinkan dia untuk bergabung dengan kedua putranya.
Saat dibacakan di persidangan, Yap yang berdiri di kursi hakim terlihat dengan mata berkaca-kaca.
Artikel Terkait
Megawati Hangestri Pertiwi Resmi di Perpanjang Kontrak Klub Voli Red Sparks Korea Selatan
Alam Kubur Serem Loh ! Buat yang Sering Ngomong dan Tiduran Pas Adzan Berkumangang, Baca Artikel Berikut !
Inilah Detik-detik Korban Masuk Kamar Hotel Pagi, Lalu Pelaku Dorong Koper Berisi Mayat Rini Maryani dengan Santainya Lepas Maghrib
War SO7 Trending, Warganet :Lebih Susah deh dari pada War KPop
Anak laki-laki yang tewas dalam serangan pedang di Hainault bersekolah di sekolah swasta yang sama dengan korban di Nottingham
Bakal Calon Bupati PALI, H Asri Ag Hadiri Undangan Ketum PKB Muhaimin Iskandar
Nilai Skuad Timnas Indonesia U-23 Lebih Tinggi Dibandingkan Nilai Skuad Irak U-23 di Piala Asia U23.
PKB Undang Bakal Calon Bupati PALI, H Asri Ag, Taaruf dengan Bakal Calon Kepala Daerah Zona Sumatera II
Polisi Wisconsin Membunuh Siswa yang Datang ke Sekolah Menengah Dengan Senjata
Polisi Turki Bentrok Dengan Pengunjuk Rasa dan Menembakkan Peluru Karet dan Gas Air Mata Pada 210 Orang Pendemo