REKOMKITA- Media Luar negeri menyoroti aksi boikot yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia terkait McDonald's dan Starbuck.
Tidak hanya menyoroti Indonesia, Media luar negeri juga menyoroti aksi boikot oleh negara tetangga Malaysia juga terkait McDonald's dan Starbuck.
Adalah Media Al-jazeera yang menyoroti soal boikot Indonesia dan Malaysia terkait produk McDonald's dan Starbuck. Dalam judulnya, Al-jazeera menuliskan judul "Perang Israel di Gaza di Indonesia dan Malaysia, boikot menimpa McDonald’s dan Starbucks.
Dalam laporannya, Al-jazeera mengatakan, boikot atas perang Gaza menghantam merek-merek besar di Asia Tenggara meskipun pemilik lokalnya menyangkal adanya hubungan dengan Israel.
Al-jazeera mewawancarai pengusaha Putra Kelana yang berbuka puasa bersama keluarga dan teman-temannya di beberapa gerai makanan berbeda di Medan, Sumatera Utara.
Kelana telah memboikot rantai makanan cepat saji tersebut sejak Oktober ketika McDonald's Israel mengumumkan di media sosial bahwa mereka telah menyumbangkan ribuan makanan gratis kepada militer Israel di tengah perang di Gaza.
“Ini bukan boikot langsung, melainkan perasaan sangat tidak senang dengan Israel,” kata Kelana kepada Al Jazeera.
“Dulu saya punya stiker McDonald’s di mobil saya yang memberi saya diskon saat menggunakan layanan drive-through, tapi saya merobeknya saat perang dimulai.”
“Jika saya bisa pergi ke Gaza untuk membantu melawan pasukan Israel, saya akan melakukannya. Muslim dibunuh oleh Israel setiap hari. Karena saya tidak bisa pergi ke sana secara langsung, hal terbaik berikutnya adalah menunjukkan dukungan saya dengan tidak menggunakan produk yang berafiliasi dengan Israel.”
Kelana, yang bergabung dengan grup Whatsapp di mana anggotanya secara teratur memposting daftar produk terbaru yang harus dihindari, juga berhenti minum air kemasan Aqua menyusul laporan bahwa produsen Perancis Danone berinvestasi di beberapa perusahaan dan startup Israel. Demikian Al-jazeera melaporkan.
Sumber: Al-jazeera