REKOMKITA- Dunia dikejutkan dengan serangan di gedung konser dekat Moskow, Rusia pada hari Jumat kemarin waktu setempat.
Presiden Rusia, Putin mengatakan dalam insiden penyerangan di gedung konser dekat Moskow tersebut 11 orang telah ditangkap.
Pihak berwenang Rusia mengatakan total 11 orang, termasuk keempat pria bersenjata, ditahan sehubungan dengan serangan di gedung konser dekat Moskow itu yang setidaknya 133 orang tewas dan 152 luka-luka akibat perbuatan keji tersebut.
Serangan di Rusia tersebut mengundang reaksi dunia. Dewan Keamanan PBB mengutuk atas insiden tersebut.
“Serangan teroris yang keji dan pengecut” di Balai Kota Crocus di pinggiran utara Krasnogorsk, Moskow".
“Para anggota Dewan Keamanan menggarisbawahi perlunya meminta pertanggungjawaban para pelaku, penyelenggara, penyandang dana dan sponsor tindakan terorisme tercela ini dan membawa mereka ke pengadilan,” katanya.
NATO, Tiongkok, Turki, dan AS juga mengutuk serangan tersebut.
Rekaman menunjukkan serangan gedung konser dan sebuah video pembunuhan orang-orang di Balai Kota Crocus, yang difilmkan oleh para penyerang, telah muncul di saluran Telegram Direktorat 4, yang memantau publikasi ISIS dan kantor berita terkait, Amaq.
Rekaman tersebut menunjukkan para penyerang menembak orang dari jarak dekat, dengan salah satu dari mereka melepaskan setidaknya 10 tembakan. Setidaknya ada lima mayat tergeletak di lantai aula.
Rekaman itu diambil di pintu masuk tenggara aula di lantai pertama.
Jumlah orang yang terluka dalam serangan itu meningkat menjadi 152 orang, kata Kementerian Situasi Darurat Rusia di situsnya.
“285 orang terluka (termasuk delapan anak-anak), 133 orang di antaranya meninggal (termasuk tiga anak-anak),” kata pihak berwenang.
Sumber: Al Jazeera