Presiden Tayyip Erdogan mengatakan pada malam May Day bahwa protes tahunan tidak akan diizinkan terjadi di Lapangan Taksim, yang ditutup oleh polisi.
Pakar hukum mengatakan sikap ini melanggar hak warga Turki untuk menyelenggarakan pertemuan publik dan demonstrasi, sebuah hak yang dikuatkan oleh Mahkamah Konstitusi dalam keputusan Oktober lalu.
Pemimpin oposisi utama Partai Rakyat Republik (CHP) di Turki, Ozgur Ozel, menyerukan agar unjuk rasa tetap dilanjutkan meskipun ada larangan yang dikeluarkan oleh kantor Gubernur Istanbul.