Usai Meninggalnya dr. Adrian Rantung, Publik Kembali Menyoroti Kasus dr. Icha hingga dr. Myta

Photo Author
Dreiter Rooy, Rekomkita
- Rabu, 8 Juli 2026 | 19:05 WIB
Menyoroti fakta di balik viralnya dugaan perundungan yang dialami dr Adrian Rantung yang masuk daftar skandal kematian tenaga kesehatan di Indonesia.  (Dok Istimewa)
Menyoroti fakta di balik viralnya dugaan perundungan yang dialami dr Adrian Rantung yang masuk daftar skandal kematian tenaga kesehatan di Indonesia. (Dok Istimewa)

Rekomkita - Linimasa media sosial tengah dipenuhi ungkapan duka atas meninggalnya dr. Adrian Rantung, seorang peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi.

Dokter yang pernah menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) itu ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di Manado, Sulawesi Utara, pada Minggu (5/7/2026).

Hingga kini, penyebab pasti kematian dr. Adrian masih dalam proses penyelidikan. Namun, di media sosial dan ruang publik bermunculan dugaan yang mengaitkan peristiwa tersebut dengan tekanan selama menjalani pendidikan serta dugaan praktik perundungan (bullying) di lingkungan pendidikan kedokteran.

Baca Juga: Paman Dokter Icha Tantang 3 Anggota DPRD TTU dan Dokter Hewan Jalani Sumpah Adat

Menyusul kasus tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menghentikan sementara kegiatan pendidikan PPDS Anestesiologi di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado sembari menunggu hasil investigasi.

Investigasi Kemenkes Masih Berjalan

Juru Bicara Kemenkes, Widyawati, menegaskan penghentian sementara hanya berlaku untuk aktivitas pendidikan PPDS di RSUP Kandou, bukan pembekuan Program Studi Anestesiologi secara keseluruhan.

Baca Juga: Video Anggota Satpol PP-WH Bireuen Berjoget Viral, Warganet Pertanyakan Citra Penegak Syariat Islam

"Sementara investigasi itu berjalan, kegiatan pendidikan prodi anestesi di RS Kandou dihentikan sementara," ujar Widyawati dalam keterangan resminya, Rabu (8/7/2026).

Ia menambahkan, penghentian tersebut bersifat sementara hingga tim investigasi menyelesaikan pemeriksaannya.

"Yang dihentikan hanya kegiatan pendidikannya, bukan prodinya. Aktivitas PPDS di RS Kandou akan dibuka kembali setelah ada hasil investigasi tim terhadap kasus tersebut," sambungnya.

Baca Juga: Polisi Ungkap Alasan Satpam dan Petugas Kebersihan Ikut Dijerat dalam Kasus Daycare Little Aresha

Tim investigasi Kemenkes diketahui menelusuri sejumlah aspek, mulai dari beban kerja, jam dinas, rekam jejak digital, hingga dugaan adanya praktik perundungan oleh pihak tertentu di lingkungan pendidikan.

Kasus meninggalnya dr. Adrian pun kembali mengingatkan publik pada sejumlah kasus kematian tenaga kesehatan dalam beberapa bulan terakhir yang juga sempat dikaitkan dengan dugaan tekanan kerja maupun bullying.

Deretan Kasus yang Menjadi Sorotan

Baca Juga: Video Dugaan Penganiayaan Anak di JPO Margocity Heboh, Pria yang Mengaku Ayah Asuh Diamankan Warga

Juli 2026 – dr. Adrian Rantung (Manado)

Halaman:

Editor: Dreiter Rooy

Sumber: RK

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X