Heboh Isu 522 Pelajar di Sidoarjo Positif HIV, Dinkes hingga Wagub Jatim Buka Suara

Photo Author
Toar Kenward, Rekomkita
- Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:53 WIB
Foto ilustrasi: Update isu 522 anak pelajar di Sidoarjo positif HIV. (Freepik/jcomp)
Foto ilustrasi: Update isu 522 anak pelajar di Sidoarjo positif HIV. (Freepik/jcomp)

Rekomkita - Media sosial tengah ramai dengan diskusi mengenai isu yang menyebut sebanyak 522 pelajar di Sidoarjo, Jawa Timur terjangkit HIV/AIDS.

Jenjang pendidikan yang disebutkan mulai dari PAUD/TK, SMP, hingga SMA.

Kabar mengenai lebih dari 500 pelajar mengidap HIV tersebut telah mendapat respons dari pihak Dinas Kesehatan Sidoarjo dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak.

Baca Juga: Dasco dan Cucun Audiensi dengan APKASI, Banyak Membahas Pembangunan Daerah

Dinkes menyebut bahwa angka yang beredar di medsos tidak sesuai dengan fakta di lapangan, sedangkan Wagub Emil Dardak menyatakan bahwa kasus tersebut harus selalu dimonitoring.

Dinkes Sidoarjo Ungkap Fakta Kasus Aktif HIV/AIDS pada Anak

Menurut data resmi milik pemerintah daerah, pelajar Sidoarjo yang positif HIV jauh di bawah 522 orang seperti yang beredar di media sosial.

Baca Juga: Viral Insiden Kebakaran Besar di Pabrik Triplek Kuningan, Tampak Asap Hitam Membumbung Tinggi

Menurut catatan Dinkes Sidoarjo, sejak tahun 2001 hingga pertengahan 2026 hanya terdapat 60 kasus HIV/AIDS pada kelompok usia 11-17 tahun, dengan rincian tujuh orang telah meninggal dunia dan 53 remaja masih menjalani pengobatan serta pendampingan secara intensif.

“Dari total tersebut, tujuh orang telah meninggal dunia. Sehingga jumlah penyintas yang masih tercatat saat ini sebanyak 53 orang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Lakhsmie Herawati Yuwantina kepada awak media di kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo pada Kamis, 23 Juli 2026.

Lebih lanjut, untuk kelompok anak usia 0-10 tahun, Lakhsmie mengungkapkan ada 117 anak yang positif HIV, menurut data rentang tahun 2001-2026.

Baca Juga: Belum Genap Setahun, Gerai Kopdes di Batam Berhenti Beroperasi: Modal Terbatas Jadi Kendalanya?

“Sebanyak 35 anak telah meninggal dunia, sementara 50 anak berstatus lost to follow up. Jadi, ini kami tidak tahu apakah yang ini telah meninggal dunia atau berpindah tempat tinggal atau kasus yang lainnya,” jelasnya.

Kemudian sebanyak 32 anak di rentang usia 0-10 tahun, kata Lakhsmie masih tetap rutin melakukan pengobatan dengan pendampingan.

Wagub Emil Dardak: HIV/AIDS Bukan Kasus Baru, Harus jadi Perhatian

Halaman:

Editor: Toar Kenward

Sumber: RK

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X