4. POHON UPAS/Ancar
Pohon ini memiliki nama latin Antiaris toxicaria dijuluki pohon kematian pada abad ke 17 oleh pelayar eropa yg pernah ke nusantara, dengan hal tersebut Thomas Stamford Raffles mengutus Thomas Horsfield , naturalis asal Amerika Serikat ini, untuk membuktikan mitos tersebut. Hasilnya, pohon upas memang mematikan, tapi hanya lendir getahnya. “Efek racun pohon upas itu cukup mengejutkan kala diujicobakan kepada seekor ayam dan anjing, yang pertama langsung mati kurang dari dua menit dan yang satunya dalam sekitar delapan menit,” tulis Victoria Glendinning dalam Raffles and the Golden Opportunity. Racun dari tamanan ini digunakan pada panah dan tombak untuk berburu.
5. JANCUKAN
Pohon Jancukan atau dalam bahasa latin dinamakan Gardenia Palmata adalah sebuah tanaman dengan bulu duri di sekujur permukaan daunnya. Dimana duri itu mengandung racun yang apabila kita terkena akan terasa seperti disengat ratusan lebah bila terkena kulit. Daun Tanaman ini masih beracun meskipun sudah kering.
6. GYMPIE-GYMPIE
Tanaman ini sekilas mirip jancukan cuman gimpi-gimpi memiliki daun berbentuk hati, tanaman ini hidup di hutan tropis Maluku dan Australia, lihatlah bulunya di sekujur daunya, bila terkena kulit akan terasa gatal luar biasa hingga berminggu-minggu, yang lebih berbahaya lagi dari tanaman ini pada waktu kering bulu akan menyebar ke udara, dan apabila terhirup ke saluran pernafasan bisa menyebabkan radang pernafasan hingga mimisan.
7. RAWE
Tanaman asli Indonesia ini masih keluarga dengan kacang koro, tapi kulitnya yang berbulu dengan corak belang kecoklatan, yang beracun dari tanaman ini adalah bulu belangnya, kalo terkena kulit terasa gatal dan panas tidak karuan, bahkan melebihi gatal ulat bulu, racun dari bulu rawe ini bertahan hingga berminggu-minggu gatalnya, tanaman ini biasanya hidup menjalar keatas, biasanya ditemukan di semak-semak bambu.
Baca Juga: Indonesia Negara Terindah dan Dijuluki Permata Mahkota Asia Tenggara atau Zamrud Khatulistiwa
8. HEMLOCK LOCAL
Diduga sudah ada di Indonesia,berdasarkan pengakuan seorang pendaki mendapati ciri dan bentuk mirip tanaman tersebut, Dapat kamu temukan di daerah pegunungan ,sejak bangsa eropa membawa benih-benih sayuran ke Indonesia tanaman liar inipun ikut terbawa. Coniine dapat mengganggu kerja sistem saraf pusat. Konsentratnya yang tinggi dapat dengan mudah merusak sistem pernafasan dan menyebabkan kematian.
Artikel Terkait
Para Orang Tua Kewalahan Mempersiapkan Kegiatan Anak Masuk Sekolah Seusai Libur Panjang
Atasi Banjir Akibat Hujan Pemkot Palembang Sumatera Selatan Bikin Stasiun Pompa Air
Hantaran Dinilai Memberatkan, Anggota DPRD PALI, Mulyadi Usul Tradisi Pesereh Kembali Dihidupkan di Tengah Masyarakat Betung Abab
Tradisi Resepsi Pernikahan di Betung Abab Perlu untuk Dievaluasi, Seperti Lelang Ayam, Simak yuk Penuturan Anggota DPRD PALI, Mulyadi
Para Penemu Youtube di Dunia yang Banyak Tidak Diketahui Orang
Dampak Pemanasan Global Bagi Kehidupan dan Lingkungan
Indonesia Negara Terindah dan Dijuluki Permata Mahkota Asia Tenggara atau Zamrud Khatulistiwa
10 Negata Terkecil di Dunia Berdasarkan Luas Wilayah dan Jumlah Penduduknya