REKOMKITA - Dalam beberapa kisah, memang Sunan Kalijaga dikisahkan sebagai wali yang suka melakukan penyamaran. Salah satu kisah penyamarannya terekam dalam Naskah Mertasinga.
Dikisahkan pada suatu ketika di Cerbon ada seorang santri yang datang dari timur yang bernama Merbot Jaruman. Dia datang ke Carbon dan ingin mengabdi kepada Pangeran Agung.
Pada suatu malam Jum'at Pangeran Agung bermimpi mendengar suara, "He Pangeran Agung, di mesjid ada seorang kakek yang bernama Ki Merbot Jaruman, perintahkanlah dia untuk menjadi imam Jum'at. Jangan tidak kau perintahkan dia menjadi imam".
Keesokan harinya Pangeran Agung melaksanakan apa yang didengarnya itu., dan menunjuk Merbot Jaruman untuk menjadi Imam. "Mohon maaf", kata sang Jaruman, "hamba tak bisa menjadi imam". Akan tetapi ia dipaksa terus sampai akhirnya mau menjadi imam.
Baca Juga: Kaisar Romawi Yaitu Nero Sebel Melihat Ibu Kotanya Banyak Gembel
Ketika Marbot Jaruman menjadi imam, setelah takbir dia diam berdiri tak mengeluarkan suara sedikit pun. Mulutnya terkunci dan hanya berdiri saja. Tubuhnya kaku bagai-kan patung, dia tidak membaca Al 'Fatihah, tidak ruku dan juga tidak sujud. Semua yang menjadi ma'mum menunggu, sehingga kemudian Pangeran Agung menggantikannya. Setelah selesai sholat sang Merbot segera dibangunkan.
Jum'at berikutnya hal yang sama terjadi lagi, sehingga Jum'at berikutnya lagi Pangeran Agung lah yang menjadi imam, yang diikuti oleh ma'mum semua.
Setelah selesai sholat lalu mereka berkumpul untuk membicarakan hukuman apa yang harus dijatuhkan kepada Marbot Jaruman. Ki Marbot berkata, "Untuk menebus kekecewaan Paduka tuan, hamba akan sangat berterimakasih bilamana hamba dihukum. Hamba telah tidak mampu menjadi imam, walaupun hamba dipaksa.
Silahkan hamba dihukum mati saja". Pangeran Agung lalu memerintahkan kepada para sentana mantrinya untuk membuat panggung di alun-alun dan kemudian di bawahnya dinyalakan api unggun. Ki Jaruman lalu dinaikan ke atas panggung itu dari lohor hingga magrib, namun apa yang terjadi ternyata Marbot Jaruman tidak terluka sedikitpun.
Sementara itu Tubagus Pase baru tiba dari seberang, dan dia pergi melihat apa yang tengah terjadi di alun-alun. Setelah mengetahui apa yang terjadi Tubagus Pase menjadi sangat marah kepada cucunya, "Anakku mengapa kau lakukan ini, tidakkah kau tahu siapa yang berada di atas pembakaran itu? Dia adalah buyutmu wali, segeralah engkau bertobat anakku, barangkali engkau tidak mengetahui, Merbot Jaruman itu adalah Sunan Kalijaga, Aulia Allah yang tinggal satu, yang ada di tanah Jawa".
Betapa terkejutnya Pangeran Agung mendengar hal tersebut, kepada Tubagus Pase dikatakannya: "Eyang, hamba benar-benar tidak mengetahui, karena waktu datang eyang mengaku sebagai santri dari timur yang bernama Kyai Merbot Jaruman.
Kemudian pada waktu malam Jum'at hamba bermimpi ada yang menyuruh hamba agar Ki Merbot Jaruman menjadi imam, sehingga kujalankan perintah itu.
Ternyata ketika bisikan itu hamba laksanakan, sebagai imam waktu setelah takbir Ki Merbot Jaruman diam tak bergerak ataupun sujud sehingga hamba akhirnya meneruskan menjadi imam. Setelah selesai sholat, ketika hamba bangunkan Ki Merbot juga tak bisa bangun dan tinggal diam seperti tugu besi.
Baca Juga: Selama ini Pluto Diam-diam Menyimpan Lautan Cair Dibawah Permukaannya
Artikel Terkait
Berlangsung Meriah, KPUD Lakukan Peluncuran dan Sosialisasi Akbar Pilkada Muara Enim, Serta Launching Maskot Pilkada
Portugis Adalah Bangsa Eropa Pertama yang Menjajah Nusantara dan Paling Dibenci Dibanding Dengan VOC
Kisah Cinta Baridin Yang Tak Terbalaskan Hingga Ajal Menjemputnya
Kiper FC Dallas Maarten Paes, Memberikan Dukungan Moral Kepada Ernando Ari Setelah Blunder
Pra Politik PALI 2024, Siapa Pasangan H Asri AG Versi Relawan?
Kalah dari Irak, Timnas Indonesia akan Evaluasi Permainan Tim
Teuku Markam, Seorang Penyumbang Emas yang Berada Diatas Monas
Ormas Keagamaan di Indonesia Kabarnya Akan Mendapat Jatah Pengelolaan Bisnis
Dukungan PDIP dan PKB, H Asri AG Penuhi Syarat Dukungan Arungi Pilkada PALI 2024
Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong Perlu Evaluasi Skuad Garuda jika Menang Lawan Filipina dan Lolos Putaran 3