Tokoh Wiralodra dikenal sebagai pendiri Indramayu, meskipun dikemudian hari, yaitu seiring ditemukannya bukti-bukti sejarah baru, rupanya Wiralodra bukan pendiri Indramayu, sebab nama Dermayu (zaman Belanda diubah menjadi Indramayu) telah ada sebelum Wiralodra menjadi Adipati di Indramayu.
Menurut catatan sejarah Cirebon, penguasa Indramayu sebelum kedatangan Wiralodra adalah Indrawijaya, tokoh yang disebut mempunyai seorang Putra yang cukup masyhur, namanya Indrakusuma (Pangeran Darma).
Ada banyak naskah Kuno yang menyebut-nyebut tokoh Wiralodra, utamanaya naskah asal Indramayu dan Cirebon. Meskipun demikian, selain naskah yang ditemukan di Cirebon dan Indramayu, tokoh ini juga rupanya disebut-sebut dalam beberapa naskah asal tempat kelahiran Wiralodra (Bagelen), dan salah satu naskah yang menyebut-nyebut Wiralodra adalah Naskah Babad Bagelen-Banyuurip.
Menariknya dalam kandungan Naskah Babad Bagelen-Banyuurip didalamnya memuat sosok Pemuda yang dikemudian hari mendapatkan gelar Wiralodra (Prawiralodra), dalam naskah tersebut gelar didapat selepas sang Pemuda mampu menaklukan seekor Banteng Jawa jantan yang mengamuk di lingkungan Keraton Kesultanan Mataram.
Baca Juga: pembunuhan dan Pelecehan Seksual Oleh Seorang Anak Berusia 16 Tahun Terhadap Bocah 6 Tahun
Dikisahkan bahwa dua pemuda kakak beradik asal Bagelen Keturunan dari Kiai Manguyu bekerja (Mengabdi) Kepada Kiyai Patih di Mataram, kedua kakak beradik itu bernama Bagus Taka dan Bagus Singa.
Pada suatu ketika, Banteng Jantan kepunyaan Sultan Agung Mengamuk, melukai banyak orang, tidak ada seorangpun prajurit yang sanggup menjinakannya, Sultan Agung marah sehingga membuka sayembara kepada orang ramai untuk dapat menaklukan Banteng itu, Sultan Agung juga mengeluarkan titah bahwa "Barang siapa yang dapat menaklukan akan dapat imbalan yang besar".
Bagus Taka berdasarkan izin yang diperolehnya dari Kiyai Patih Mataram terjun ke medan laga, ia mengejar Banteng yang mengamuk sehingga keduanya berhadap-hadapan. Terjadilah kemudian pertarungan antara Bagus Taka dan Banten Jantan itu, dalam pertarungan itu, Bagus Taka sama sekali tidak menggunakan senjata, bahkan Keris yang terselip dipingganya sama sekali tidak ia gunakan.
Ajaibnya, dalam pertarungan antara hewan ganas dan manusia itu ternyata dimenangkan oleh Bagus Taka hanya dengan sekali tempeleng. Dikisahkan bahwa dengan sekali tempeleng/gampar, Banteng langsung ambruk ke tanah, bahkan isi kepala dari Banteng tersebut berhamburan hingga darahnya membasahi Bagus Taka.
Para Prajurit dan para Petinggi Mataram kala itu kagum pada Bagus Taka sekaligus juga takut, sebab mereka khawatir jika Sultan Agung akan murka mendapati Banteng kesayangannya mati di Tangan Bagus Taka.
Disisi lain, tidak lama selepas kematian Banteng Jantan, Banteng Betina yang menjadi pasangannya mengamuk karena pasangannya mati. Kali ini, Bagus Taka tidak diiznkan untuk mengendalikan Banteng, maka selanjutnya diperintahlah Bagus Singa oleh Kiyai Patih untuk menggantikan kakaknya menaklukan Banteng betina yang mengamuk.
Bagus Singa tidak seperti Kakaknya yang tanpa basa-basi langsung membunuh Banteng, ia pandai menghibur penonton dengan atraksinya, ia mengulur-ngulur waktu dalam menaklukan Banteng sehingga membuat Sultan, Para Pejabat Tinggi serta Para Prajurit Mataram yang menyaksikan gaya Bagus Singa dalam bertarung bersorak sorai kegirangan.
Pada akhirnya, selepas dirasa cukup memusakan penonton, Bagus Singa Juga rupanya membunuh Banteng betina itu, Bagus Singa membunuh Banteng tersebut dengan sebilah keris yang bernama "Punden Condong"
Selepas matinya dua Banteng Jantan dan Betina ditangan kakak beradik tersebut, rupanya Sultan Agung tidak marah, malahan Sultan Agung menunaikan janjinya untuk memberikan imbalan yang besar kepada keduanya.
Artikel Terkait
Mantan Pemain Vietnam Sanjung Shin Tae-yong dan Meprediksi Timnas Indonesia Lolos Kebabak Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026
Sunan Kalijaga Dikisahkan Sebagai Wali yang Suka Melakukan Penyamaran
Jika Lolos ke Ronde 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia akan Diberikan Bonus
Aka Cholik Intruksikan Kader dan Simpatisan PKB Kabupaten PALI All Out Dukung H Asri Ag, Sebut Figur yang Tepat!
Alasan Ketua DPA Belanda Aleid Wolfses Stop Penggunaan Facebook
Sistem Budaya Maupun Agama Tergantung Pemimpin Negaranya
Pilkada Kabupaten PALI 2024, Tiga Nama Disebut- Sebut Cocok Dampingi H Asri Ag
Ternyata Bulan Pernah Menghilang Silangit Bumi
pembunuhan dan Pelecehan Seksual Oleh Seorang Anak Berusia 16 Tahun Terhadap Bocah 6 Tahun
Pembagian Pot Drawing Kualifikasi Piala Asia U20, Timnas Indonesia U20 masuk Pot Berapa ?