peristiwa

Kepala Bakom RI Paparkan Progres Kopdes Merah Putih, Soroti Tahapan hingga Potensi Hemat Rp33 Triliun

Minggu, 5 Juli 2026 | 21:26 WIB
Kepala Badan Komunikasi (Bakom RI), Muhammad Qodari soal progres Kopdes Merah Putih. (YouTube/Bakom RI)

Rekomkita - Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI Muhammad Qodari menegaskan komitmennya untuk memastikan informasi mengenai program pemerintah tersampaikan secara utuh, adaptif, dan berbasis data kepada masyarakat.

Salah satu program yang saat ini menjadi perhatian publik adalah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Program tersebut belakangan ramai diperbincangkan di media sosial, termasuk munculnya narasi yang menyebut sejumlah bangunan Kopdes Merah Putih tampak seperti swalayan yang akan tutup.

Baca Juga: Polisi Buru Pelaku Pembuangan Bayi di Toilet KA Sancaka, CCTV dan Saksi Jadi Fokus Penyelidikan

Menanggapi hal tersebut, Qodari menegaskan bahwa kondisi tersebut merupakan bagian dari tahapan pembangunan dan operasional koperasi yang memang belum sepenuhnya selesai.

"Bukan swalayan mau tutup, memang belum buka. Koperasi Merah Putih sudah berjalan sebagaimana program-program Presiden lainnya yang memiliki tahapan transisi sebelum masuk ke tahap permanen," ujar Qodari saat menjadi narasumber dalam sebuah acara pada 26 Juni 2026.

Masih Berproses Sesuai Tahapan

Baca Juga: Pastikan Kesiapan Prajurit, Wapang TNI Bersama Menhan Tinjau Marshalling Area Yonif TP 937/Satria Kalijaga

Qodari menjelaskan, pengembangan Kopdes Merah Putih dilakukan secara bertahap. Ia mencontohkan saat berkunjung ke Padang, salah satu koperasi telah dimanfaatkan masyarakat sebagai pusat penampungan hasil produksi madu yang kemudian dipasarkan sehingga mampu meningkatkan pendapatan warga.

Menurutnya, koperasi yang telah memiliki bangunan permanen baru berjumlah 1.061 unit. Sementara target pembangunan sekitar 40.000 koperasi pada 2026 masih terus dikerjakan sesuai perencanaan.

"Kalau bangunan sudah jadi, masih ada tahap berikutnya, mulai dari penataan display hingga pengisian barang. Jadi, semuanya membutuhkan proses. Tunggu tanggal mainnya," kata Qodari.

Baca Juga: Keluarga Tanggapi Pernyataan Kapolda NTT soal Dokter Icha, Tegaskan Mendiang Sudah Didampingi Psikiater

Berpotensi Menghemat Pengeluaran Masyarakat

Selain menjelaskan progres pembangunan, Qodari juga memaparkan potensi manfaat ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat melalui program Kopdes Merah Putih.

Ia mencontohkan harga LPG 3 kilogram di koperasi yang diperkirakan sekitar Rp16.000 per tabung, lebih murah dibanding harga di pasaran yang berkisar Rp20.000. Begitu pula dengan MinyaKita yang dijual sekitar Rp15.700 per liter, lebih rendah dibanding harga pasar sekitar Rp21.000.

Baca Juga: Viral! Warga Malang Keluhkan Sound Horeg hingga Dini Hari, Kaca Rumah Bergetar dan Polisi Turun Tangan

Mengacu pada data Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) tahun 2025 yang mencatat sekitar 74 juta keluarga di Indonesia, dengan rata-rata konsumsi empat tabung LPG dan empat liter minyak goreng setiap bulan, Qodari memperkirakan potensi penghematan masyarakat dapat mencapai sekitar Rp33 triliun setiap tahun.

Halaman:

Tags

Terkini