"Ya Allah, saya tak tega melihat kondisinya. Saya sudah pengen pingsan. Enggak menyangka. Bajunya menempel ke kulit," katanya dengan suara bergetar.
Menurut Sri, saat itu putrinya bahkan berusaha menenangkan dirinya agar tidak terus menangis.
"Dia bilang, 'Mama jangan menangis.' Tapi bagaimana mungkin seorang ibu tidak menangis melihat anaknya seperti itu," ucapnya.
Dengan penuh emosi, Sri mengatakan rasa sakit yang dirasakan seorang ibu jauh lebih berat dibandingkan luka fisik.
"Mending badan ibu dipukuli ketimbang hati. Enggak bisa dijelaskan sakitnya," tuturnya.
Selain menceritakan kondisi putrinya, Sri mengaku sempat memiliki firasat buruk terhadap hubungan MAN dengan terduga pelaku. Ia menilai Aiptu N kerap menghindari pertemuan dengannya setiap kali berada di Tegal.
"Kalau ke rumah saya enggak sering tatapan muka. Menghindar terus. Saya tidur dia baru pulang, saya bangun dia sudah enggak ada," ungkap Sri.
Ia juga mengaku terkejut setelah mengetahui putrinya disebut menjalani pernikahan siri tanpa sepengetahuan keluarga.
"Saat itu tidak ada satu pun keluarga yang tahu. Yang tahu hanya teman-temannya dia saja," katanya.
Baca Juga: Demo BEM UI di Hari Bhayangkara ke-80 Tuai Sorotan, LAKSI Kritik Penggunaan Simbol Keranda
Sri berharap proses hukum dapat berjalan secara profesional dan memberikan keadilan bagi putrinya.
Sementara itu, Polda Jawa Tengah menyatakan Aiptu N telah ditetapkan sebagai terduga pelaku dan saat ini ditahan untuk kepentingan pemeriksaan.