pariwisata-budaya

Mengenal Tugu atau Monumen Sumur Minyak Pertama dan Terbesar di Asia Tenggara yang Berlokasi di Talang Akar Kabupaten PALI

Kamis, 11 April 2024 | 19:54 WIB
Sebuah Tugu atau Monumen sumur mata bor minyak zaman kolonial di Desa Talang Akar, Kabupaten PALI (Disbudpar Kabupaten PALI)
 
REKOMKITA- Taukah anda jika di Desa Talang Akar Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terdapat sebuah tugu atau monumen sumur minyak.
 
Tugu atau monumen sumur minyak di Desa Talang Akar Kabupaten PALI dibangun untuk menandai, bahwa sejak zaman kolonial Belanda, Kabupaten PALI sudah terkenal dengan kekayaan Sumber Daya Alamnya (SDA). 
 
Monumen sumur minyak di Desa Talang Akar Kabupaten PALI juga dibuat untuk mengenang kejayaan soal perminyakan masa lalu di Kabupaten PALI, sekaligus sebagai pengingat para generasi muda yang akan datang, bahwasanya Kabupaten PALI pernah loh..! memiliki ladang minyak terbesar di Asia Tenggara.
 
Baca Juga: Desa Talang Akar PALI Lokasi Penemuan Sumur Minyak Terbesar di Asia Zaman Kolonial Belanda
 
Bahkan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten PALI telah memasukan tugu atau monumen sumur minyak di Desa Talang Akar menjadi salah satu destinasi wisata di Kabupaten PALI, Sumatera Selatan.
 
Desa Talang Akar Kabupaten PALI sendiri pada zaman kolonial Belanda atau sekitar 1940 an, sangat terkenal di seantero dunia. Banyak orang-orang Belanda yang menetap di sana. Hal ini tidak terlepas dari eksplorasi kekayaan minyak bumi yang ada di Desa Talang Akar Kabupaten PALI.
 
Baca Juga: Tersimpan Rapih Peta Mata Bor Minyak di Kabupaten PALI Dibuat 1932, Eksplorasi Minyak Sudah Dilakukan Sebelum Indonesia Merdeka
 
Di Desa Talang Akar dulunya juga terdapat sebuah rumah sakit tertua di Sumatera Selatan yang konon katanya juga terbesar di Asia Tenggara.
 
Menurut salah satu warga sekitar, Desa Talang Akar Kabupaten PALI dulunya sangatlah ramai dengan aktivitas orang berlalu-lalang.
 
Sebuah tulisan yang ada di Monumen sumur minyak (Disbudpar Kabupaten PALI)
 
"Dulu nak ramai di sini. Kalau kita berjalan di jalan lengket-lengket seperti aspal. Tapi sebenarnya itu bukan aspal tapi minyak," ujar Suhartini (76) salah satu saksi hidup kejayaan Talang Akar PALI tempo doeloe.
 
Suhartini sendiri adalah seorang perempuan yang waktu kecil diajak orang tuanya untuk pindah dari Yogyakarta ke Desa Talang Akar, Kabupaten PALI sekitar tahun 1951.
 
Beberapa kejadian peristiwa masih teringat lekang di pikirannya, seperti aktivitas di Rumah Sakit Talang Akar pada saat pagi hari.
 
"Pada pagi hari mereka Apel. Saya ngintip dari kejauhan. Dulu (di Rumah Sakit) ada bagian-bagiannya. Orang Pribumi sebelah sini orang asing sebelah sana," ceritanya.
 
Kegiatan eskplorasi minyak di Talang Akar sudah terjadi  pada tahun 1925. Adapun nama perusahaannya yakni, NKPM (Nederlandsche Koloniale Petroleum Maatschappij) yang merupakan perusahaan minyak yang didirikan di Belanda tahun 1912 oleh American Petroleum Company.
 
Baca Juga: Intip, Pawai Selamatan Pengiriman Minyak Pertama dari PALI ke Palembang Tahun 1947
 
American Petroleum Company sendiri merupakan perusahaan minyak Amerika di Belanda yang dibentuk oleh Standard Oil of New Jersey (kini Exxon) dalam upayanya meraih peluang bisnis minyak di Hindia Belanda. NKPM kemudian disatukan dengan S.V.P.M (Standard Vacuum Petroleum Maatschappij) pada tahun 1933.
 
Kemudian S.V.P.M berubah nama ditahun 1947 menjadi The Standard Vacuum Company (Stanvac).
 
Baca Juga: Menelisik Jejak Sejarah Rumah Sakit Tertua di Sumsel Zaman Kemerdekaan yang Berlokasi di Kabupaten PALI
 
Barulah setelah kemerdekaan, Stanvac dan eks ladang ladang minyak-nya diambil alih oleh PERMIRI (Perusahaan Minyak Republik Indonesia) hingga kini menjadi nama PERTAMINA.
 
Jejak-jekak kedigdayaan Kabupaten PALI tempo doeloe sebagai daerah penghasil minyak masih bisa kita saksikan hingga saat ini, seperti Bandara Stanvac, Komplek Pertamina yang sudah ada sejak zaman kemerdekaan (1947), serta lapangan golf.

Tags

Terkini

Adat Pernikahan di Desa Betung Abab yang Unik

Selasa, 2 April 2024 | 12:38 WIB

Misteri Candi Borobudur yang Belum Terpecahkan !

Minggu, 31 Maret 2024 | 23:33 WIB