Pesereh, Sekapur Sirih, atau Lamaran Adat Betung Abab Zaman Dulu Sebelum Dimodernkan Manjadi Hantar-hantaran

Photo Author
Sudirga Mandala, Rekomkita
- Sabtu, 13 April 2024 | 17:27 WIB
Pesereh Adat betung Abab (Sudirga Mandala)
Pesereh Adat betung Abab (Sudirga Mandala)

REKOMKITA – Desa Betung Abab Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumatera Selatan, memiliki adat istiadat atau budaya yang sangat beragan, namun seiring berjalannya waktu perlahan hilang.

Pernikahan adalah hal yang sangat sacral, setiap insan pasti menginginkan yang namanya pernikahan. Di berbagai penjuru dunia, pernikahan adalah impian setiap pasangan, yang ingin serius membuna rumah tangga.

Indonesia adalah salah satu Negara yang memiliki beragan adat istiadat dan budaya, di setiat wilayah atau daerah di Indonesia memiliki adat dan budaya yang berbeda-beda di dalam melaksanakan pernikahan, bahkan banyak daerah yang melangsungkan pernikaha dengan adat dan budaya yang unuik.

Baca Juga: Salah Satu Anak Muda Desa Betung Abab yang Memiliki Segudang Prestasi Bikin Pembaca Tercengang !

Desa Betung Abab adalah Desa yang menyimpan banyak adat istiadat, terutama dalam pernikahan. Di  Desa Betung Ababa da budaya yang unik saat kedua calon pengantin ingin berencana untuk menikah. Atau di daerah setempat menyebutnya Pesereh atau Sekapur Sirih.

adat Pesereh Desa Betung Abab (Sudirga mandala)

Pesereh ini adalah bertemunya keluarga besar dari pihak laki-laki dengan pihak perempuan untuk menyepakati kedua anaknya untuk melangsungkan pernikahan, denag syarat dan ketentuan yang sudah disepakati oleh kedua belah pihak.

Pesereh adalah, keluarga besar pihak laki-laki datang keruma pihak perempuan untuk menyepakati kesepakatan yang telah dibuat oleh kedua anaknya, sebelum mereka melangsungkan pernikahan pada waktu yang nanti akan ditetapkan.

Baca Juga: Apa Itu Belarien.? Belarien Adat Betung Abab Yang Hampir Punah Oleh Perkembangan Zaman dan Dinilai Tidak Sopan

Tetua pihak laki-laki mengklarisifikasi ke calon pengantin perempuan dihadapan para keluarga besar pihak perempuan. Tentang permintaan beserta mahar yang diinginkan oleh perempuan, apakah benar sang perempuan meminta permintaan tersebut, jika semuanya di sepakati maka para tetua akan sepakat dengan pesereh atau lamaran tersebut.

Pesereh Adat Betung Abab (Sudirga Mandala)

Setelah itu orang tua pihak laki-laki menyerahkan beberapa bingkisan kepada orang tua perempuan tanda jadinya jalinan ikatan sebelum perkawinan atau disebut tunangan.

Resmi bertunangan (sudirga mandala)

Setelah acara pesereh tersebut selesai, maka sang pria dan wanita dinyatakan sah bertunangan. Dan nanti pihak laki-laki akan kembali bertandang kerumah pihak perempuan, untuk menentukan waktu pernikahan yang nanti akan disepakati oleh kedua belah pihak.

Editor: Sudirga Mandala

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Adat Pernikahan di Desa Betung Abab yang Unik

Selasa, 2 April 2024 | 12:38 WIB

Misteri Candi Borobudur yang Belum Terpecahkan !

Minggu, 31 Maret 2024 | 23:33 WIB

Terpopuler

X