Usai kejadian tersebut, satuan TNI telah mengevakuasi seluruh korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Baca Juga: Ramai Dugaan Mutasi Pegawai Buntut Surat Dinas ke New York Bocor, Dody Hanggodo: Mutasi kan Biasa
"Saat ini TNI AD telah mengambil langkah (penanganan) awal terhadap korban," tandas Donny.
Kronologi Dentuman di Gedung Amunisi
Sebelumnya diketahui, ledakan dahsyat itu diduga berasal dari Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu) TNI di Kecamatan Saradan, Madiun, pada Kamis, 16 Juli 2026, sekitar pukul 09.00 WIB.
Dentuman keras yang bersumber dari dalam kompleks militer itu, diketahui sempat mengejutkan warga sekitar.
Baca Juga: Kulineran Seru Akhir Pekan: Friday Night Buffet ARYADUTA Manado Kembali Manjakan Pencinta Kuliner
Dampak dari ledakan dahsyat ini, sampai saat ini dilaporkan menelan 1 korban jiwa dan 6 anggota lainnya mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.
Hingga Kamis, 16 Juli 2026, pukul 19.30 WIB, sejumlah anggota TNI tampak berjaga dan bersiaga di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Caruban, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun.
Aktivitas pengamanan ketat terlihat di 2 titik, yakni di area Instalasi Gawat Darurat (IGD) tempat penanganan intensif bagi 7 korban, dan pada bagian belakang rumah sakit yang merupakan area kamar jenazah.
Artikel Terkait
Kulineran Seru Akhir Pekan: Friday Night Buffet ARYADUTA Manado Kembali Manjakan Pencinta Kuliner
Ramai Dugaan Mutasi Pegawai Buntut Surat Dinas ke New York Bocor, Dody Hanggodo: Mutasi kan Biasa
Sesuaikan Kebiasaan Platform dan Audiens, Tips dan Trik Konten Raih Engagement Tinggi
Kopdes Merah Putih Dibayangi Isu Pengadaan Kipas Angin Rp1,8 Triliun, sang Menteri Koperasi Malah Ngaku Tak Tahu
74 Siswa Baru SMK Kristen Kawangkoan Ikuti MPLS Ramah 2026, Fokus Bentuk Karakter dan Cegah Bullying