Rekomkita - Sebagian publik di media sosial, tengah diselimuti duka mendalam atas insiden pembegalan yang dialami seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Agus Tedjo Prabowo (ATP) di wilayah Kosambi, Tangerang, Banten.
Dalam kasus ini, pihak kepolisian sempat mengungkapkan, Tedjo menjadi korban yang tewas dibunuh usai dicuri motornya oleh oknum begal di wilayah Kosambi, pada Minggu, 12 Juli 2026 sekitar pukul 03.50 WIB dini hari.
Kini, jenazah sang driver ojol asal Tangerang itu telah dikebumikan oleh pihak keluarganya.
Sementara polisi, telah menetapkan 1 orang tersangka dan tengah mengusut insiden memilukan tersebut.
Berkaca dari hal itu, sang istri korban, Popi Aprianti mengunggah kenangan terakhir saat suaminya menyuapi makan.
Terlihat, momen suapan terakhir dari suaminya itu diunggah di akun TikTok milik Popi, @poppy.aprianti2, pada Jumat, 17 Juli 2026.
Popi juga mengunggah foto maupun video lain lantaran diselimuti rindu atas sosok suaminya yang wafat pada usia yang ke-40 tahun.
"Suapan dari suamiku tercinta. Suamiku penyayang istri dan anak-anaknya, lemah lembut, nggak pernah marah," tutur Popi.
Suapan Terakhir yang Tak Terlupakan
Dalam videonya, Popi memperlihatkan momen dirinya bersama sang suami, duduk lesehan di ruang keluarga dan saling berhadapan.
Kala itu, Tedjo menyuapi istrinya secara perlahan dengan tatapan penuh cinta.
Momen tersebut lantas membuat warganet yang tersentuh melihat postingan tersebut, turut menyampaikan doa dan keprihatinan untuk pihak keluarga Tedjo dan Popi.
Artikel Terkait
Telisik Jejak Dugaan Korupsi Febrie Adriansyah usai Kini Hotman Paris Resmi Ditunjuk Jadi Kuasa Hukumnya
Usai Febrie Adriansyah, Muncul Sosok Tersangka Korupsi Don Ritto yang Pernah Satu Almamater hingga Jadi Rekan Bisnisnya
Dicky Mantik Desak Polda Sulut Bongkar Tuntas Dugaan Pemalsuan KTP Libatkan Oknum Dealer Mobil Mitsubishi Kairagi Manado
Delegasi Eropa Kunjungi Minahasa Utara, Perkuat Kolaborasi Pelestarian Keanekaragaman Laut dan Ekonomi Biru
Fakta Anyar Skandal Aniaya Keji Taufik Hidayat: Kartu AS dari 31 Saksi hingga Temuan Alat Siksa yang Ngeri