Bantuan Dana yang Tak Kunjung Datang
Menurut Salim, saat koperasi mulai beroperasi belum ada bantuan permodalan dari pemerintah maupun skema pembiayaan lainnya.
Kala itu, Operasional koperasi masih mengandalkan simpanan pokok dan simpanan wajib para anggota.
"Belum ada bantuan dana. Mereka waktu itu hanya mengandalkan simpanan pokok dan simpanan wajib anggota," ujarnya.
Salim lantas menjelaskan, bantuan pembiayaan melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) saat itu masih dalam proses.
Sementara pembangunan gerai Koperasi Merah Putih saat ini dilaksanakan oleh Agrinas.
Baca Juga: Nanik Deyang Pilih Mundur dari Kursi Kepala BGN Setelah 1,5 Bulan Menjabat, Apa Alasannya?
"Yang dari Himbara itu sekarang masih dalam proses. Pembangunan gerainya juga sedang dilaksanakan oleh Agrinas," beber Salim.
Modal Seret Jadi Kendalanya?
Salim menilai, kondisi modal yang terbatas membuat koperasi kesulitan menjalankan usaha.
Selain itu, kemampuan pengurus dalam mengelola koperasi juga menjadi salah satu tantangan untuk mempertahankan Gerai Kopdes Pulau Buluh.
"Memang belum kuat. Mungkin juga dari sisi pengurusnya sendiri," jelas Salim.
Artikel Terkait
Mundur dengan Alasan Kesehatan, Kepala BGN Nanik Deyang Ungkap Sosok Pengganti yang Bikin Warganet Penasaran
Jadi Tersangka Korupsi Pakan Satwa, Eks Dirut KBS Choirul Anwar Diduga Gasak Anggaran Rp7,4 M untuk Duit Pribadi
Calvin Castro Sebut Yulius Selvanus Layak Sandang Predikat "Bapak Olahraga Sulut"
Pelayanan PN Manado Disorot, Advokat Eka Dicky Desak MA Evaluasi Ketua Pengadilan, Ungkap Dugaan Cacat Prosedur Eksekusi
Momen Menegangkan Truk Nyaris Tertemper Kereta di Kediri, Buntut Petugas Palang Pintu Diduga Tidur